kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

RI bisa raih devisa Rp 92 triliun dari outsourcing


Selasa, 01 Juli 2014 / 22:55 WIB
Promo KFC terbaru hari ini di awal Februari 2023, promo KFC TBT (The Best Thursday) dan gratis super besar 1 dengan harga spesial.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sistem tenaga kerja outsourcing masih menjadi perdebatan berbagai kalangan. Padahal potensi pasar outsourcing di dalam negeri sangat besar.

Wisnu Wibowo, Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) mengatakan seharusnya outsourcing mampu dikelola dengan baik.

Berdasarkan data yang dimiliki ABADI, potensi bisnis outsourcing di seluruh dunia pada 2015 nilainya bakal mencapai US$ 970 miliar atau Rp 9.215 triliun.

Nah, jika Indonesia bisa memanfaatkan sekitar 1% saja dari potensi tersebut, maka bisa menghasilkan devisa senilai Rp 92 triliun.

Menurut Wisnu, saat ini potensi pasar outsourcing di Indonesia yang baru tergali pada tahun ini baru sekitar Rp 17,5 triliun.

"Dengan tenaga kerja produktif di Indonesia yang sekitar 105 juta pekerja, itu merupakan potensi yang besar," kata Wisnu, di Kantor Kadin, Jakarta, Selasa (1/7).

Jika dimanfaatkan dengan efektif, lanjut Wisnu, Indonesia bisa menjadi negara tujuan investasi dan outsourcing global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×