kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.122   90,13   1,12%
  • KOMPAS100 1.146   14,24   1,26%
  • LQ45 828   7,12   0,87%
  • ISSI 289   4,93   1,74%
  • IDX30 431   3,87   0,91%
  • IDXHIDIV20 517   4,09   0,80%
  • IDX80 128   1,47   1,16%
  • IDXV30 140   1,28   0,92%
  • IDXQ30 140   1,10   0,79%

RNI: Kondisi properti segmen perkantoran masih lesu


Minggu, 14 April 2019 / 18:11 WIB
RNI: Kondisi properti segmen perkantoran masih lesu


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) bakal mengerjakan dua proyek properti lagi. Sebelumnya, RNI telah menggarap proyek properti Waskita Rajawali Tower di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Direktur Utama RNI Didik Prasetyo mengatakan dua proyek yang akan dikerjakan selanjutnya adalah proyek properti di Mega Kuningan dan di Pancoran. "Kuningan luas lahan 1,4 hektare dan di Pancoran 5,4 hektare," katanya kepada Kontan.co.id pada Minggu (14/4).

Kedua proyek itu kini sudah memasuki proses perizinan. Didik berharap pada akhir tahun 2019 setidaknya proyek yang di Mega Kuningan bisa dimulai. "Paling terlambat Triwulan I 2020," tambahnya.

Adapun proyek RNI di Mega Kuningan sebetulnya memanfaatkan aset yang kini digunakan sebagai kantor pusat RNI. Nah, setelah Waskita Rajawali Tower rampung, RNI bakal berpindah kantor ke gedung Waskita Rajawali Tower di jalan MT Haryono tersebut.

Untuk yang di Mega Kuningan sendiri Didik mengatakan pihaknya juga masih melakukan penjajakan kepada calon penyewa. Proyek Mega Kuningan dengan luas lahan 1,4 hektare itu diperkirakan bakal memakan nilai investasi sebesar Rp 2,5 triliun.

Sementara untuk proyek di Pancoran jumlahnya diperkirakan lebih besar karena luas lahannya juga jauh lebih luas yakni 5,4 hektare. Proyek properti di Pancoran direncanakan bakal dibangun dengan terintegrasi oleh moda transportasi light rail transit (LRT).

Adapun konsep properti RNI di Pancoran bakal mengusung konsep mixed use. Kata Didik, nantinya di dalamnya bakal terdiri dari hunian untuk kelas bawah sampai atas, hotel, dan perkantoran.

Didik sadar betul, saat ini kondisi permintaan properti khususnya segmen perkantoran masih lesu. Karenanya, pihaknya juga masih melihat momentum tersebut sembari melakukan penjajakan kepada calon penyewa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×