kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

RUIS pasang target realistis di tahun ini


Kamis, 30 Juni 2016 / 11:09 WIB
RUIS pasang target realistis di tahun ini


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perusahaan jasa migas, PT Radiant Utama Interinsco Tbk memilih target bisnis konservatif tahun ini. Lantaran dampak melorotnya harga minyak masih terasa, perusahaan ini pilih memasang memasang target pendapatan sama dengan pencapaian tahun lalu yakni sebesar Rp 1,5 triliun. 

Head of Corporate Secretary PT Radiant Utama Interinsco Tbk Misyal A Bahwal memprediksi, pada semester II-2016 nanti kondisi bisnis masih sama, yakni harga minyak dan gas masih berfluktuasi. 

"Walaupun sudah memenangkan beberapa tender, tapi penjualan kami masih kurang, sebab perusahaan migas menahan produksi mereka," katanya (29/6).

Beberapa kontrak baru yang telah dikantongi perusahaan ini diantaranya technical support service mencapai Rp 148,8 miliar. Lalu agency and offshore service Rp 235,2 miliar, inspection Rp 21,5 miliar. 

Perusahaan yang tercatat di bursa efek Indonesia dengan kode saham RUIS ini menargetkan tiap segmen bisnis itu bisa meningkat hingga akhir tahun. 

"Dari technical support kami harapkan mencapai Rp 1,74 triliun, offshore production facilities US$ 1,7 juta, inspection service Rp 230 miliar, agency dan trading akan berkontribusi US$ 5 juta,” terang Misyal.

Karena itu, RUIS  masih rajin ikut tender jasa konstruksi migas baru. Selain itu perusahaan ini juga melakukan beberapa efisiensi sejak 2014. Misalnya dengan tidak menambah karyawan baru walaupun ada beberapa yang sudah pensiun. 

"Kami mengurangi karyawan tapi secara natural, dengan tidak menambah karyawan baru, walaupun sudah ada yang pensiun juga tidak memperpanjang yang kontrak," katanya. 

Selain itu mereka juga menghemat di sisi operasional misalnya dengan menghemat anggaran belanja modal. Perusahaan ini hanya mematok anggaran belanja modal sebesar Rp 30 miliar tahun ini untuk digunakan mendanai peremajaan peralatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×