kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.861   38,00   0,21%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Saat Daya Beli Melemah, Korporasi Perkuat Penyaluran Kurban


Kamis, 28 Mei 2026 / 13:40 WIB
Saat Daya Beli Melemah, Korporasi Perkuat Penyaluran Kurban
Pemeriksaan fisik hewan kurban dari SIG (SIG/dok)


Reporter: Leni Wandira, Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perputaran ekonomi kurban pada Iduladha 2026 diproyeksikan tetap besar meski mulai melambat di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memperkirakan nilai ekonomi kurban tahun ini mencapai Rp 26,89 triliun, sedikit turun dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 27,10 triliun.

Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, mengatakan potensi ekonomi tersebut berasal dari sekitar 1,90 juta rumah tangga pekurban dengan estimasi total hewan kurban mencapai 1,59 juta ekor. Jumlah itu terdiri dari sekitar 493 ribu sapi serta 1,09 juta kambing dan domba.

Menurut Tira, perlambatan nilai ekonomi kurban dipengaruhi menurunnya jumlah pekurban serta pergeseran preferensi masyarakat ke hewan kurban dengan harga lebih terjangkau.

Di tengah kenaikan biaya hidup dan tekanan ekonomi, masyarakat cenderung mengurangi pembelian hewan berbobot besar. 

Baca Juga: Prospek Unilever (UNVR) terganjal persaingan dan daya beli lemah

"Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya merata," ujar Tira, Rabu (27/5/2026).

IDEAS menilai pertumbuhan ekonomi nasional yang masih berada di atas 5% belum sepenuhnya mampu meningkatkan kemampuan rumah tangga untuk berkurban. Kenaikan harga pangan dan ternak dalam beberapa tahun terakhir juga dinilai ikut menekan konsumsi masyarakat.

Di tengah perlambatan daya beli tersebut, sejumlah perusahaan justru meningkatkan penyaluran hewan kurban sebagai bagian dari program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, misalnya, menyalurkan 292 hewan kurban yang terdiri dari 186 sapi dan 106 kambing pada Iduladha 1447 Hijriah.

Penyaluran dilakukan bertahap sejak 19 Mei hingga 26 Mei 2026 melalui masjid, yayasan, pondok pesantren, hingga permukiman warga di sekitar wilayah operasi perusahaan di 19 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan Iduladha menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. 

Baca Juga: Tanda Daya Beli Anjlok Makin Kuat, Kredit Konsumsi di Ramadan Melambat

Selain itu, SIG juga membeli hewan kurban dari pelaku UMKM lokal di masing-masing daerah operasi untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat.

"Kehadiran SIG tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujar Vita.

Kepala Desa Pasucen, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Salamun, mengatakan bantuan hewan kurban dari SIG rutin diterima warga setiap Iduladha dan dinilai membantu masyarakat desa. M

enurutnya, perusahaan juga aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM hingga bantuan operasional desa.

Hal serupa dilakukan Minamas Plantation yang menyalurkan 120 ekor sapi kurban di tujuh provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Riau, dan Aceh. Perusahaan juga membagikan 3.000 paket sembako di Sumatera Selatan dan Riau dengan total nilai Rp 500 juta.

CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Secara total, Minamas Plantation mengalokasikan sekitar Rp 2,415 miliar untuk penyaluran sapi kurban tahun ini. 

Baca Juga: Purbaya Cek Pasar Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Program tersebut melengkapi berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, hingga pengembangan kepemudaan di sekitar area operasional.

Di tengah tekanan ekonomi rumah tangga, aktivitas kurban tahun ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi berbasis konsumsi masyarakat masih tetap besar.

Namun perlambatan mulai terlihat seiring perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan dana kurban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×