kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.011   48,00   0,27%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Sampoerna Agro kejar produksi CPO 371.000 ton tahun ini


Minggu, 05 Agustus 2018 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi saham CPO


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menargetkan memproduksi crude palm oil (CPO) sekitar 371.000 ton pada tahun ini. Produksi ini meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya dimana volume produksi sebesar 322.761 ton.

Head of Investor Relations SGRO Michael Kesuma mengatakan, SGRO tengah fokus meningkatkan produksi secara optimal. "Volume produksi akan terus ditingkatkan, karena harga tidak bisa kami harapkan. Yang kami harapkan adalah produksi," ujar Michael kepada Kontan.co.id, Rabu (1/8).

Hingga semester I tahun ini, SGRO sudah memproduksi CPO sebanyak 155.216 ton. Volume produksi CPO ini naik sekitar 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 136.707 ton.

Dari volume produksi ini, diperkirakan produksi sawit akan meningkat 40% di semester II tahun ini. Ini karena puncak produksi di bulan Oktober dan November. "Semester II akan meningkat 40% dibandingkan semester I. Dengan begitu produksi akan mencapai 271.000 ton, dan full year akan sekitar 370.000 ton," ujar Michael.

Meski produksi CPO SGRO di semester I 2018 meningkat, namun nilai penjualan yang didapatkan justru menurun 12% dibandingkan periode  sama tahun lalu, yakni dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,07 triliun.

Menurut Michael, ini dikarenakan penurunan harga jual rata-rata CPO menjadi Rp 7.965 dari tahun sebelumnya yang sekitar Rp 8.555 pada periode yang sama tahun sebelumnya. "Saya kira kinerja perusahaan cukup baik, menimbang adanya penurunan harga," tambah Michael.

Tak hanya itu, adanya libur panjang juga menjadi alasan mengapa nilai penjualan yang tercatat menurun. Menurutnya, kegiatan penjualan memang terganggu akibat libur panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×