kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.727   4,00   0,02%
  • IDX 6.513   10,93   0,17%
  • KOMPAS100 848   0,03   0,00%
  • LQ45 641   -0,47   -0,07%
  • ISSI 229   0,27   0,12%
  • IDX30 358   -0,28   -0,08%
  • IDXHIDIV20 436   -0,78   -0,18%
  • IDX80 97   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 121   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 114   -0,02   -0,02%

Saraswanti (SWID) Buka Hotel Bintang Lima di Yogyakarta, Perbesar Recurring Income


Rabu, 26 Agustus 2026 / 10:02 WIB
Saraswanti (SWID) Buka Hotel Bintang Lima di Yogyakarta, Perbesar Recurring Income
ILUSTRASI. Saraswanti Indoland (SWID) (Dok/Saraswanti Indoland (SWID))


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) memperkuat lini bisnis hospitality dan MICE melalui pembukaan hotel bintang lima perusahaan, The Royal Alana Yogyakarta, serta groundbreaking pembangunan ballroom INNSiDE by Meliá Yogyakarta.

Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono mengemukakan, selain memperkuat portofolio bisnis, kehadiran kedua pengembangan ini menjadi strategi pihaknya untuk menciptakan tambahan sumber recurring income bagi perusahaan.

"Kedua pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pendapatan SWID melalui peningkatan aktivitas operasional hotel dan penyelenggaraan kegiatan MICE," jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: SWID Ekspansi Bisnis Hospitality dan MICE di Yogyakarta

Menurutnya, prospek pasar industri hospitality dan MICE di Yogyakarta masih sangat besar setelah Bali. 

Adapun The Alana Yogyakarta saat ini disebut memiliki fasilitas MICE dengan kapasitas hingga 3.000 pax, sedang jumlah kamar yang tersedia sebanyak 264 kamar. 

Dengan hadirnya The Royal Alana Yogyakarta dengan 219 kamar, SWID optimistis dapat menangkap kebutuhan akomodasi dari kegiatan MICE secara lebih optimal. 

Kehadiran The Royal Alana dinilai memungkinkan perusahaan mengoptimalkan sinergi antara bisnis  MICE dan akomodasi, yang selama ini sebagian kebutuhan kamarnya masih diserap oleh hotel di sekitar.

Sementara itu, ballroom baru INNSiDE by Meliá akan memperluas kapasitas MICE dan memungkinkan hotel meraih peluang dari banyaknya kebutuhan event berskala besar.

Menurut Bogat, peningkatan aktivitas MICE tersebut diharapkan mendorong okupansi, average rate, dan revenue hotel, sekaligus memperkuat recurring income dan nilai portofolio hospitality SWID.

"Kami memperkirakan revenue gabungan The Alana Yogyakarta dan The Royal Alana dapat meningkat hingga 50% dari revenue existing, sehingga menjadi salah satu sumber recurring income yang penting bagi perusahaan," tandas Bogat.

Baca Juga: DSI Akan Luncurkan Platform September 2026, Siap Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×