kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Sarinah Bakal Surung Daya Saing Kakao Nasional


Senin, 21 Juni 2010 / 10:32 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Pemerintah menilai, kerjasasama yang dilakukan oleh PT Sarinah (Persero) dengan petani kakao di Sulawesi Tengah maupun sejumlah lembaga terkait merupakan langkah baru Sarinah untuk meningkatkan daya saing produk kakao nasional.

Dalam pembelian kakao dari petani tersebut Sarinah akan melakukan pembelian kakao dalam bentuk fermentasi. “Sistem ini akan meningkatkan daya saing kakao petani Indionesia,” jelas Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar.

Sarinah memang berencana melakukan aktivitas pembelian kakao pekan ini, dengan melibatkan Indonesia Exim Bank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai penyandang dana. Sedangkan produk bijih kakao yang dibeli dari petani itu akan disuplai kepada PT Bumi Tanggerang Mesindotama (BT Cocoa), perusahaan pengolahan kakao di Tangerang. Untuk tahap awal, Sarinah akan membungkus sekitar 5.000 ton per bulan.

Indonesia merupakan negara produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Keunggulan kakao Indonesia dibandingkan lainnya adalah kualitasnya yang tidak mudah meleleh.

“Ini karekater kakao yang tidak dimiliki oleh negara lain,” kata Mahendra. Ia berharap penambahan industri pengolahan kakao nasional akan tumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×