kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO) beli listrik dari PLN 30 MVA


Minggu, 02 Februari 2020 / 15:11 WIB
Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO) beli listrik dari PLN 30 MVA
ILUSTRASI. PLN tanda tangani SPJBTL dengan PT SILO untuk pembelian listrik sebesar 30 Mega Volt Ampere (MVA)

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tanda tangani Surat Perjanian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). Perjanjian jual-beli yang ditandatangani sebesar 30 Mega Volt Ampere (MVA) atau setara dengan 30.000.000 Volt Ampere (VA).

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Syamsul Huda mengatakan, PT SILO merupakan pelanggan Tegangan Tinggi kedua di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sudah mempercayakan listrik dari PLN. Sebelumnya, PT SILO menggunakan captive power atau pembangkit milik sendiri untuk kegiatan operasional.

Dengan ditandatanganinya SPJBTL ini, kini suplai listrik untuk operasional PT SILO dipasok penuh oleh PLN. Adapun, diteken SPJBTL dilakukan pada Jum'at (31/1) lalu.

Baca Juga: Batalnya pencabutan subsidi listrik 900 VA-RTM berpotensi kerek beban dana kompensasi

Huda mengklaim, PLN berkomitmen menyediakan suplai listrik dalam jumlah besar kepada pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Provinsi Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng). "Ini tentu menjadi bukti komitmen kami yang selalu berusaha untuk meningkatkan keandalan suplai listrik. Kami ingin menjamin operasional usaha para investor yang ada di Kalsel dan Kalteng," kata Huda dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (1/2).

Dia menambahkan, saat ini ketersediaan suplai listrik untuk Provinsi Kalsel dan Kalteng semakin baik, dengan terhubungnya atau interkoneksi kelistrikan di dua provinsi tersebut dengan Provinsi Kalimantan Timur. Total Daya Mampu Pembangkit Sistem Interkoneksi saat ini mencapai 2.002 Mega Watt (MW) dengan beban puncak tertinggi mencapai 1.375 MW, sehingga terdapat cadangan daya mencapai 627 MW atau lebih dari 30%.

"Ini menunjukkan bahwa suplai daya listrik bukan menjadi masalah lagi untuk pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kalsel dan Kalteng. Kami membuka sebanyak-banyaknya permintaan suplai listrik untuk para investor, terutama perusahaan yang saat ini masih menggunakan captive power. Biarkan Anda yang urus bisnisnya, kami yang urus listriknya," ungkap Huda.




TERBARU

Close [X]
×