kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Selaras Citra Nusantara (SCNP) Lakukan Sejumlah Strategi untuk Pertahankan Laba


Rabu, 24 April 2024 / 12:45 WIB
Selaras Citra Nusantara (SCNP) Lakukan Sejumlah Strategi untuk Pertahankan Laba
Direksi PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (23/4/2024).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen peralatan rumah tangga dan peralatan medis PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) akan menerapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan mereka di tahun ini. 

Direktur Keuangan Selaras Citra Nusantara Perkasa Djamarwie menuturkan tahun ini perseroan akan memfokuskan kegiatan perakitan pada perangkat rumah tangga dan alat kesehatan serta meningkatkan nilai penjualan NIVA atau alat pendeteksi penyakit kardio vaskuler. 

“Target tahun 2024 adalah perseroan akan terus melakukan kegiatan perakitan perangkat rumah tangga dan alat kesehatan serta fokus pada peningkatan nilai penjualan NIVA sebagai produk alat kesehatan utama perseroan,” ungkap Djamarwie saat ditemui Kontan, Selasa (23/04). 

Baca Juga: SCNP Sebut Peraturan Pembatasan Impor Dorong Pencapaian Target Bisnis Perusahaan

Sebagai perusahaan yang berfokus pada original equipment manufacturers (OEM) Djamarwie juga mengatakan perusahaan menerima banyak permintaan untuk perakitan alat rumah tangga. 

“Ya, mengingat bahwa di tahun 2023 OEM ini sudah menjadi fokus. Otomatis tahun 2024 pun banyak peminat atau merek-merek yang terkenal telah mengunjungi kita dari sejak awal tahun. Jadi diharapkan bahwa perakitan alat rumah tangga di tahun 2024 untuk SCNP akan meningkat,” tambahnya. 

Peningkatan OEM ini menurutnya didukung oleh adanya pengetatan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah sedemikian ketat  begitu juga dengan TKDN atau kandungan lokal yang ditingkatkan pemerintah.

“Dengan peraturan itu otomatis ada keterbatasan para pengusaha untuk mengimport barang, ada keterbatasan dan ada beberapa item di mana sudah dikuota sehingga tidak serta-merta mereka bisa memproduksi dengan bebas,” ungkap Djamarwie. 

Tadi sudah disampaikan bahwa ada beberapa merk baru yang akan masuk di kita. (15:32) Sementara yang sudah ada di SMP adalah seperti kita tahu adalah 

Saat ini beberapa merek yang telah bekerja sama dengan perseroan adalah seperti Philips, Turbo, Kris, Kells, Sharp, Tuc-tac, Ara, dan Oxone. 

 

“Satu lagi tambahan di target 2024 adalah bahwa untuk memperbanyak brand yang ada, persero\n akan mempunyai satu merk baru yang namanya Carrot. Jadi ke depannya adalah bahwa SCNP mungkin 90% itu adalah OEM untuk alat rumah tangga dan 10% itu Carrot adalah merk kita sendiri,” jelasnya. 

Untuk diketahui sepanjang tahun 2023, SNCP secara keuangan berhasil membalik rugi selama menjadi laba. Berdasarkan laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan SCNP menanjak 47,81% year on year (YoY) menjadi sebesar Rp 703,52 miliar di tahun 2023, dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 475,94 miliar pada tahun 2022. 

Penjualan tersebut masih ditopang oleh penjualan ekspor yang memiliki porsi sebanyak Rp 479,15 miliar. Kemudian disusul oleh penjualan lokal dengan nilai sebesar Rp 224,36 miliar. 

Hingga akhir tahun 2023, SCNP berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 22,40 miliar. Di mana, pada tahun sebelumnya SCNP masih menanggung rugi hingga Rp 7,43 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×