Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan industri pelumas global terus berkembang seiring perubahan kebutuhan sektor otomotif dan industri.
Shell Lubricants mempertahankan posisi sebagai pemasok pelumas dengan penjualan terbesar secara global untuk ke-20 kalinya secara berturut-turut berdasarkan laporan Kline & Company, Global Lubricants: Market Analysis and Assessment.
Dalam laporan tersebut, Shell tercatat sebagai pemasok teratas untuk pelumas dan fluida otomotif maupun industri. Shell juga menempati posisi pertama pada tiga segmen yang dipantau Kline, yakni consumer automotive, commercial automotive, dan industrial.
Baca Juga: Aspebindo Dorong Pemenuhan DMO Batubara untuk Industri Semen
Global Executive Vice President Shell Lubricants Jason Wong mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari pengembangan bisnis dan inovasi produk selama dua dekade.
“Penghargaan yang kami terima hari ini bukan sekadar tentang mempertahankan posisi, tetapi tentang 20 tahun fokus yang konsisten untuk terus membangun momentum bagi bisnis dan para pelanggan kami,” ujar Jason dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, pengembangan produk Shell selama 20 tahun terakhir mencakup kebutuhan kendaraan, sektor industri hingga mesin Formula 1. Ke depan, perusahaan akan meningkatkan pengembangan solusi pelumas dan fluida untuk kebutuhan industri yang terus berubah.
Di Indonesia, Shell melihat bisnis pelumas masih memiliki ruang pertumbuhan seiring perkembangan sektor otomotif, transportasi komersial dan industri.
President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan utama bisnis pelumas Shell secara global.
“Pencapaian Shell Lubricants sebagai pemimpin pasar pelumas global ini juga merefleksikan komitmen kami untuk terus mengembangkan bisnis pelumas Shell yang telah memasuki dekade ketiga di Indonesia,” kata Andri.
Shell menjalankan kegiatan manufaktur pelumas di Indonesia melalui Pabrik Pelumas dan Pabrik Manufaktur Gemuk di Marunda. Fasilitas tersebut didukung oleh tenaga kerja dan tim teknis lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Menurut Andri, perusahaan akan terus menyesuaikan pengembangan produk dan layanan dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia, baik untuk kendaraan maupun sektor industri.
Baca Juga: SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas
Secara global, Shell saat ini didukung jaringan 31 pabrik lubricant oil blending plants serta lebih dari 300 tenaga riset dan pengembangan (R&D). Kapabilitas tersebut menjadi basis pengembangan produk untuk sejumlah sektor baru.
Salah satunya adalah kebutuhan pusat data yang berkembang seiring ekspansi kecerdasan buatan (AI). Shell mengembangkan cairan khusus untuk teknologi immersion cooling yang digunakan dalam sistem pendinginan pusat data.
Selain itu, perusahaan mengembangkan cairan termal untuk kendaraan listrik (EV) serta biodegradable coolants untuk kebutuhan infrastruktur kelistrikan.
VP of Energy Kline & Company Annie Jarquin mengatakan, perkembangan pasar pelumas selama dua dekade terakhir mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
“Posisi Shell sebagai pemimpin pasar merupakan hasil dari kombinasi konsistensi dan kemampuan beradaptasi yang dimiliki perusahaan, sekaligus tetap mempertahankan jangkauan globalnya,” ujar Annie.
Pengembangan solusi untuk kendaraan listrik, pusat data dan infrastruktur energi menunjukkan bahwa pasar pelumas tidak hanya bergantung pada kendaraan bermesin pembakaran. Perubahan teknologi di sektor transportasi dan industri turut membuka kebutuhan baru terhadap fluida khusus dengan spesifikasi yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














