Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Amailia Putri
BOGOR. Siamex Group of Co. akan menanamkan investasi senilai Rp 300 miliar di Solok, Sumatra Barat. Perusahaan asal Amerika Serikat ini akan menggarap sejumlah fasilitas bangunan guna mendukung kegiatan pariwisata di sana.
Siamex akan membangun hotel, kondomium, resor, dan pusat belanja. Tidak hanya itu, Siamex juga akan membangun fasilitas pengelolaan air atawa water treatment dan penerangan jalan umum (PJU) yang berbasis energi terbarukan. Proyek-proyek itu akan digarap Siamex melalui anak usahanya yakni PT Pelita Dunia Lestari dan PT Hidrotekno Energia International.
LW Reinhardt, Chief Executive Officer Siamex Group of Co mengatakan, pihaknya akan membangun satu unit hotel dan 340 unit kondotel di atas lahan seluas 18 hektare (ha). Hotel itu akan memiliki 180 kamar. Selanjutnya, di lahan seluas 39 ha, Siamex Group juga akan membangun mal tiga lantai dan resor. Reinhardt bilang, luas lahan untuk mal sekitar 1.200 meter persegi (m2). Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembangunan resor yang jumlahnya mencapai 64 unit.
Kemudian, Siamex juga akan membangun fasilitas PJU untuk menerangi jalan dari Padang hingga Solok. Sementara water treatment akan dibangun sebagai sarana instalasi air berkapasitas 300 liter per detik. "(untuk realisasinya) kami akan tunggu (hasil) FS (feasibility studies/studi kelayakan) dulu", ujar Reinhardt.
Reinhardt menargetkan, hasil studi itu keluar April 2013. Sehingga, pada akhir April 2013, Siamex sudah bisa melakukan peletakan batu pertama alias ground breaking. Ia tidak bisa memastikan kapan proyek itu akan rampung. Pasalnya, hal tersebut akan sangat tergantung dari proses pembebasan lahan oleh pemerintah setempat.
Selain proyek di Solok, Siamex rupanya juga memiliki sejumlah proyek lain. Proyek-proyek itu antara lain pembangunan hotel di Bali dengan total nilai investasi mencapai Rp 2 triliun. Juga ada pengembangan bandar udara di Mentawai dengan nilai investasi sebesar Rp 180 miliar hingga Rp 200 miliar. Ada juga proyek hotel transit yang terletak di Padang Pariaman. Nilai investasinya sekitar Rp 600 miliar.
Proyek-proyek lainnnya yaitu pembangunan pasar tradisional-modern, pengembangan energi terbarukan, dan pengelolaan air bersih. Namun, Reinhardt belum mau membeberkan lebih detail mengenai proyek-proyek itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












