kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Singapura Serius Bidik Turis Indonesia


Kamis, 26 Februari 2009 / 09:35 WIB
Singapura Serius Bidik Turis Indonesia


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Di tengah kelesuan ekonominya, Pemerintah Singapura berupaya mencari celah bisnis. Salah satunya, mereka berupaya mengeruk keuntungan dari kebijakan bebas fiskal yang mulai berlaku di Indonesia sejak awal tahun ini.

Singapura menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia ke negaranya setelah ada kebijakan bebas fiskal. Untuk itu, Pemerintah Singapura sudah menyiapkan strategi menyambut bebas fiskal ini, yakni dengan meluncurkan program 2009 Reasons to Enjoy Singapore.

Dalam program ini, Pemerintah Singapura menawarkan paket fly on us, yaitu terbang dan menginap murah. "Bentuknya adalah paket tiket pesawat dan menginap dua malam hanya dengan membayar US$ 115," ujar Dewi Astuti Suhendro, Eksekutif Operations Singapura Tourism Board (STB), Rabu (25/2).

Singapura sudah meluncurkan program itu sejak 19 Fabruari, dan berlaku hingga Mei 2009. Pemesanan tiketnya dapat melalui www.stb.com.
Pemerintah Singapura tidak sendirian menggarap program ini. Mereka melibatkan maskapai Singapore Airlines dan Silk Lines. Program ini diharapkan mampu menggenjot kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura. "Minimal tahun ini, kunjungannya tetap dari tahun lalu," ujar Dewi.

Pada 2007 lalu, turis Indonesia yang melancong ke Singapura mencapai 1,956 juta orang. Jumlah ini turun menjadi 1,7 juta orang pada 2008.
Tentu mudah dipahami mengapa Singapura mengincar wisatawan Indonesia. Sampai saat ini, Indonesia menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan di Singapura setelah China, Australia, India, dan Malaysia.

Pemerintah Indonesia tidak khawatir turis domestik bakal lari ke Singapura. "Soalnya, kami juga melakukan upaya sebaliknya. Yaitu, menjadikan Singapura sebagai penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Indonesia," kata Nia Niscaya, Kepala Subdit Promosi Luar Negeri Ditjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×