kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

SKF Indonesia Perluas Portofolio Aftermarket, Bidik Pasar Kendaraan Roda Empat


Jumat, 25 September 2026 / 16:28 WIB
SKF Indonesia Perluas Portofolio Aftermarket, Bidik Pasar Kendaraan Roda Empat
ILUSTRASI. Pemberdayaan Perempuan di SKF Industrial (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT SKF Indonesia memperluas bisnis aftermarket otomotif dengan menambah portofolio produk untuk kendaraan roda empat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis di tengah perubahan industri otomotif dan peralihan menuju kendaraan elektrifikasi.

President Director SKF Automotive Indonesia Vincentius Rajagukguk mengatakan, perusahaan akan tetap memperkuat bisnis kendaraan roda dua yang selama ini menjadi salah satu basis bisnis SKF di Indonesia. Di saat yang sama, SKF mulai meningkatkan penetrasi ke segmen roda empat.

"Yang pertama, kami tetap akan fokus untuk melakukan ekspansi untuk bisnis roda dua. Kami adalah market leader di industri bearing roda dua dan itu sudah kami lakukan sepanjang hampir 40 tahun ini. Kami akan terus meningkatkan bagaimana kami bisa mengeksploitasi potensi yang ada saat ini untuk meningkatkan kembali penjualan kami di sektor roda dua," kata Vincentius dalam ajang Automechanika Jakarta 2026, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Kantongi Kontrak Baru Rp5,6 Triliun hingga Agustus 2026

Untuk segmen roda empat, SKF berencana memperkenalkan portofolio baru mulai tahun depan. Salah satunya adalah wheel bearing generasi ketiga yang akan menjadi salah satu produk baru perusahaan di pasar Indonesia.

Selain wheel bearing, SKF juga akan melakukan penetrasi pada aplikasi suspensi melalui produk strut bearing. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas portofolio di luar produk bearing konvensional.

"Roda empat menjadi kekuatan pilar daripada SKF bisnis di masa yang datang. Jadi kita akan mulai tahun depan memasuki produk portofolio baru yang merupakan milestone momentum daripada SKF Indonesia terkait dengan wheel bearing generasi tiga," ujarnya.

Vincentius menambahkan, portofolio SKF di Indonesia juga mulai diperluas ke produk non-bearing. Produk yang dikembangkan antara lain water pump dan sejumlah komponen fungsional untuk kendaraan.

"SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi SKF sekarang juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing," kata dia.

Selain pengembangan produk, SKF juga memperkuat jaringan aftermarket di Indonesia. Perusahaan menyiapkan pengembangan jaringan dan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF Ken Miao mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi bisnis otomotif SKF. Selama sekitar 40 tahun, perusahaan telah membangun hubungan dengan partner dan distributor lokal serta melakukan investasi melalui fasilitas yang dimiliki di Indonesia.

Menurut Ken, SKF juga akan membawa sejumlah portofolio yang telah dikembangkan untuk pasar regional ke Indonesia. Untuk kendaraan penumpang, portofolio tersebut mencakup water pump, driveshaft, seal dan produk suspensi.

Baca Juga: Ekspansi Data Center Indonesia Melesat, IDPRO Bidik Kapasitas 12 GW pada 2030

Sementara untuk kendaraan komersial, SKF menyiapkan produk seperti seal dan grease untuk pasar aftermarketIndonesia.

Pengembangan portofolio juga mulai diarahkan untuk kendaraan elektrifikasi. Ken mengatakan SKF telah memiliki pengalaman menyediakan solusi untuk kendaraan listrik dan bekerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan listrik di pasar global.

"Berdasarkan kerja sama yang kuat di sisi kendaraan listrik, kami juga akan membawa solusi kendaraan listrik tersebut ke Indonesia," ungkap Ken.

Di sisi lain, SKF secara global tengah melakukan transformasi dengan memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan independen. Proses pemisahan tersebut telah berjalan sekitar satu setengah tahun.

Ken menjelaskan, pemisahan dilakukan agar bisnis otomotif dapat mengambil keputusan lebih cepat, sementara bisnis industri dapat memiliki fokus yang lebih strategis. SKF berencana memperkenalkan branding baru secara global pada November 2026 dan melanjutkan proses listing pada Desember 2026.

Bagi bisnis otomotif, perubahan tersebut diharapkan memberikan ruang lebih besar untuk menyesuaikan produk dan strategi dengan kebutuhan masing-masing pasar regional.

Di Indonesia, SKF juga menyiapkan investasi pada infrastruktur pendukung bisnis. Penguatan gudang, distribusi dan product training menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk meningkatkan dukungan kepada partner dan pelanggan aftermarket.

Baca Juga: Ekspansi Data Center Indonesia Dorong Kebutuhan Listrik dan Air

Vincentius mengatakan pengembangan bisnis tersebut dilakukan di tengah perubahan industri otomotif, mulai dari perkembangan teknologi, kompetisi hingga peralihan kendaraan konvensional menuju elektrifikasi.

"Kami tetap berkomitmen kepada kualitas 100%. Tidak ada istilah 80%, tidak ada harga sepertiga, tetapi kami memberikan total cost of ownership," tegasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut tidak hanya mempertimbangkan harga awal produk, tetapi juga durabilitas dan potensi pengurangan downtime kendaraan selama masa penggunaan.

Memasuki 40 tahun kehadirannya di Indonesia, SKF akan melanjutkan pengembangan bisnis melalui penguatan segmen roda dua, ekspansi roda empat, perluasan produk non-bearing serta pengembangan solusi untuk kendaraan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×