kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Smartfren tepis kabar merger dengan Indosat


Rabu, 14 Juni 2017 / 20:46 WIB


Reporter: Siti Maghfirah, Tantyo Prasetya | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Santer kabar bakal bergabungnya dua operator telekomunikasi, Smartfren dan Indosat. Pemicunya, yaitu adanya produk Andromax yang sepaket dengan simcard Indosat Ooredoo.

Namun, Direktur PT Smartfren Telecom Tbk Merza Fachyz menyangkal kabar tersebut. Menurutnya, bundling produk tersebut bukan produk resmi dari Smartfren. "Saya yakin itu hanya kreatifitas pasar. Andromax itu kan dual sim, sim kedua bisa open untuk semua operator jadi tergantung distributor inginnya seperti apa," kilahnya, Rabu (14/6).

Menurut Merza, tidak ada teguran untuk distributor yang melakukan bundling tersebut. Peraturan Smartfren, menurutnya, tidak terlalu ketat.

Kabar merger kedua operator ini semakin kuat menyusul telah diambilnya satelit dan optik moratel Indosat oleh Sinarmas. Terkait hal ini, Merza mengaku belum ada network sharing dengan Indosat. "Sejauh yang saya tahu, belum ada penjajakan," ujarnya.

Ditemui terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku, belum mengetahui tentang hal ini. Namun sama dengan Merza, ia berasumsi bahwa hal tersebut merupakan keputusan distributor. "Mungkin itu bentuk compliment. Kan multiband, ya bentuk kreatifitas saja," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×