kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Smartfren tepis kabar merger dengan Indosat


Rabu, 14 Juni 2017 / 20:46 WIB
Smartfren tepis kabar merger dengan Indosat


Reporter: Siti Maghfirah, Tantyo Prasetya | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Santer kabar bakal bergabungnya dua operator telekomunikasi, Smartfren dan Indosat. Pemicunya, yaitu adanya produk Andromax yang sepaket dengan simcard Indosat Ooredoo.

Namun, Direktur PT Smartfren Telecom Tbk Merza Fachyz menyangkal kabar tersebut. Menurutnya, bundling produk tersebut bukan produk resmi dari Smartfren. "Saya yakin itu hanya kreatifitas pasar. Andromax itu kan dual sim, sim kedua bisa open untuk semua operator jadi tergantung distributor inginnya seperti apa," kilahnya, Rabu (14/6).

Menurut Merza, tidak ada teguran untuk distributor yang melakukan bundling tersebut. Peraturan Smartfren, menurutnya, tidak terlalu ketat.

Kabar merger kedua operator ini semakin kuat menyusul telah diambilnya satelit dan optik moratel Indosat oleh Sinarmas. Terkait hal ini, Merza mengaku belum ada network sharing dengan Indosat. "Sejauh yang saya tahu, belum ada penjajakan," ujarnya.

Ditemui terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku, belum mengetahui tentang hal ini. Namun sama dengan Merza, ia berasumsi bahwa hal tersebut merupakan keputusan distributor. "Mungkin itu bentuk compliment. Kan multiband, ya bentuk kreatifitas saja," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×