kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sriwijaya Air andalkan rute penerbangan internasional saat rupiah melemah


Senin, 23 Juli 2018 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Sriwijaya Air


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih kerap terjadi. Senin (23/7), nilai tukar dolar AS menyentuh Rp 14.454 mengikuti kurs referensi jakarta interbank spot dollar rate.

Pelemahan tersebut tentu berdampak bagi kelangsungan bisnis maskapai penerbangan. Sriwijaya Air misalnya memproyeksikan kenaikan dolar bakal diikuti dengan kenaikan harga avtur.

“Kita pasti harus antisipasi kalau dolar sudah tembus Rp 15.000,” kata Corporate Communication Sriwijaya Air Retri Maya kepada Kontan.co.id, Senin (23/7).

Retri mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah terus mengevaluasi batas atas tarif tiket pesawat. Hal itu demi memperbaiki industri transportasi udara mengikuti pelemahan rupiah terhadap dolar tersebut.

Nah, jika pelemahan rupiah terhadap dolar terus terjadi, ada beberapa strategi yang sudah disiapkan Sriwijaya air. Salah satunya dengan mengandalkan rute internasional.

Retri mengatakan, pertumbuhan pendapatan yang berasal dari rute internasional di tahun lalu sebesar 15%. Di harapkan di tahun ini bisa meningkat sebesar 25%. “Untuk internasional, rute Tiongkok pastinya masih jadi andalan,” tambah Retri.

Kenaikan tarif juga bakal jadi salah satu strategi yang ditempuh Sriwijaya demi mempertahankan margin keuntungan perusahaan. Tapi, kenaikan itu dipastikan Retri akan dilakukan secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×