kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Stok Pertalite Tersisa 16-18 Hari, Bahlil Ungkap Penyebab dan Solusinya


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 05:30 WIB
Stok Pertalite Tersisa 16-18 Hari, Bahlil Ungkap Penyebab dan Solusinya
ILUSTRASI. Pengendara motor sedang mengisi bbm di SPBU Mandalika (DOK/Pertamina Patra Niaga)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite (RON 90) menjadi perhatian pemerintah setelah cadangan operasionalnya tercatat berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Pemerintah menyebut peningkatan konsumsi Pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi stok tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, penurunan ketahanan stok tersebut hanya terjadi pada Pertalite. Sementara itu, pasokan BBM jenis lain, termasuk Solar dan bensin nonsubsidi, dipastikan masih dalam kondisi aman.

"Yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi kalau Solar, RON 92, RON 95, RON 98 itu no issue. Enggak ada masalah. Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Bahlil menjelaskan, meningkatnya konsumsi Pertalite dipengaruhi oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Perbedaan harga yang dinilai cukup ekonomis membuat sebagian konsumen beralih menggunakan Pertalite.

Baca Juga: Arus Peti Kemas IPC TPK Tumbuh 8,2% Jadi 2,83 Juta TEUs hingga September 2026

Pergeseran tersebut berdampak terhadap peningkatan penyaluran Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga memengaruhi ketahanan stok operasionalnya.

"Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting yang tadinya orang pakai (RON) 92 dan 95, itu di-shifting ke (RON) 90 karena harganya berbedanya cukup ekonomis ini. Itu sebenarnya masalahnya," jelasnya.

Meski ketahanan stok Pertalite masih berada di bawah 20 hari operasi, Bahlil memastikan pemerintah menargetkan pemulihan stok menuju kisaran 20 hari dalam waktu dekat.

Menurut dia, proses peningkatan ketahanan stok tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Ia juga menegaskan bahwa stok Pertalite yang berada pada kisaran 16 hingga 18 hari tidak berarti pasokan telah berada di bawah standar minimum.

"Mungkin untuk mencapai di angka 20 itu ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai. Tapi di 16 sampai 18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal, enggak," tandasnya.

Baca Juga: El Nino Ancam Petani Cabai, Benih Tahan Penyakit Jadi Solusi


Pertamina Diminta Percepat Distribusi BBM

Selain menyoroti ketahanan stok Pertalite, Bahlil juga menanggapi persoalan antrean BBM di sejumlah SPBU di berbagai wilayah Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah telah meminta PT Pertamina untuk mengambil langkah percepatan distribusi guna mengantisipasi kendala pasokan di daerah.

Salah satu persoalan yang dilaporkan kepada Bahlil berkaitan dengan distribusi BBM dari Jawa Timur menuju Bali dan sejumlah wilayah lain yang mengandalkan transportasi laut.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina diminta menambah jumlah kapal agar proses pengiriman BBM dapat berlangsung lebih cepat dan risiko gangguan pasokan bisa diminimalkan.

"Yang Pertamina laporkan ke saya tadi adalah distribusi dari daerah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat, terkait dengan kapal. Saya tadi memerintahkan mereka untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×