kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Strategi Bisi International (BISI) Kejar Penjualan Tumbuh 35% pada 2026


Minggu, 07 Juni 2026 / 12:16 WIB
Strategi Bisi International (BISI) Kejar Penjualan Tumbuh 35% pada 2026
ILUSTRASI. PT BISI International Tbk (Dok/BISI)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penjual benih pertanian, PT Bisi International Tbk (BISI) melakukan sejumlah langkah tahun ini agar kinerja bisnisnya dapat bertumbuh.

Direktur Utama Bisi International, Agus Saputra Wijaya mengatakan, perusahaan akan meningkatkan penjualan benih pada tahun ini melalui penguatan penciptaan permintaan (demand creation).

Strategi ini dilakukan dengan demonstrasi plot (demplot) secara massal untuk digunakan sebagai lahan-lahan percontohan yang dikelola langsung oleh tim ahli internal di berbagai wilayah. 

"Perusahaan juga berperan aktif dalam menyelenggarkan edukasi dengan berbagai program lapang yang membangun interaksi langsung antara petani dan tim internal," ujar Agus kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya

Menurutnya, edukasi kepada petani merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun kepercayaan. Keberhasilan praktik budidaya yang diterapkan secara internal dinilai berperan sebagai langkah nyata yang merangsang minat petani untuk menerapkan teknologi dan metode budidaya serupa.

Di sisi lain, Agus menyoroti intervensi internal BISI tak berhenti pada aspek percontohan internal untuk mendorong penjualan. Namun, juga terwujud dalam pendampingan teknis di lahan milik petani. 

Dengan menjadikan staf lapang sebagai konsultan budidaya, Agus bilang BISI menciptakan permintaan melalui kepercayaan. 

"Petani yang merasa didampingi dan melihat hasil percontohan yang stabil akan memiliki ketergantungan positif terhadap seluruh ekosistem produk BISI," sambungnya.

Agus menambahkan, pihaknya tidak berencana melakukan ekspansi hingga akhir tahun 2026.

 

Namun, BISI akan menambah mesin otomatisasi untuk processing field crop, agrokimia, dan lainnya. Keperluan ini membuat BISI menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 57 miliar.

Sementara itu, dengan strategi yang dijalankan, Agus optimistis BISI dapat meraih pertumbuhan penjualan sebesar 30% sampai 35%, serta laba bersih naik 28% hingga 33% pada akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×