kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sukses Akuisisi Fiber Optik 6.012 KM, Mitratel Kukuhkan Posisi Digital Infraco


Jumat, 23 Desember 2022 / 10:42 WIB


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - Emiten perusahaan menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel (MTEL), mengakuisisi fiber optik sepanjang 6.012 km milik PT Sumber Cemerlang Kencana Permai (SCKP) & PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) senilai Rp603 miliar. Penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales & Purchase Agreement/SPA) akuisisi fiber optik dilaksanakan pada 19 Desember 2022. Fiber optik tersebut akan menghubungkan 2.436 tower yang tersebar di 86 kota dan kabupaten di Indonesia.

Pembelian fiber optik menjadi bagian proses fiberisasi yang berdampak positif pada kinerja dan transformasi Mitratel menuju perusahaan digital terkemuka (digital infraco). Sesuai target di awal tahun, akuisisi fiber optik juga berpotensi membuka peluang bisnis baru yang memberi nilai tambah bagi perusahaan.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengutarakan, proses fiberisasi ini semakin menguatkan Mitratel menjadi digital infraco pada 2023. Tidak hanya untuk Mitratel, akuisisi juga akan menambah jumlah pengguna 5G dengan penguatan infrastruktur layanan fiber optik untuk pelanggan.

Lewat akuisisi ini, Mitratel turut berkomitmen menjadi digital infraco terbesar dan terlengkap yang memberi kemudahan bagi operator telekomunikasi guna mengembangkan layanan. “Akuisisi fiber optik menjadi salah satu langkah yang tepat dalam mendukung percepatan proses fiberisasi yang juga merupakan bagian dari percepatan menuju adopsi 5G yang menjadi target utama Mitratel dalam beberapa tahun ke depan sebagai upaya untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia,” ungkap Theodorus atau yang biasa disapa Teddy.

Teddy melanjutkan, melalui akuisisi ini, Mitratel dapat memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang mampu mendorong kinerja perusahaan agar lebih ideal, produktif, dan efektif. Agar fundamental perusahaan semakin kokoh, Mitratel akan terus memperkuat nilai tambah perusahaan di setiap fokus inovasi produk dan layanan yang dihadirkan baik secara organik maupun anorganik.

“Dengan kemudahan konektivitas yang kami tawarkan, operator telekomunikasi hanya perlu menentukan lokasi yang diinginkan dan semua kebutuhan infrastrukturnya dapat dipenuhi oleh Mitratel,” kata Teddy.

Dampak akuisisi

Fiberisasi akan meningkatkan kualitas density (massa) jaringan. Terlebih fiber optik tersambung ke menara-menara yang dimiliki Mitratel. Akuisisi ini membuka peluang bisnis baru, sehingga bisa memberikan pendapatan lebih maksimal bagi perusahaan.

Dengan akuisisi kabel tersebut, Mitratel berpotensi meraup tambahan pendapatan Rp73 miliar per tahun. Angka ini akan terus bertambah karena adanya potensi yang besar seiring dengan tambahan pengguna baru.

Menurut Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, fiber optik sangat esensial untuk pengembangan jaringan karena mampu meningkatkan kualitas 5G. Bagi Mitratel, akuisisi fiber optik penting untuk meningkatkan profitabilitas pengembangan ekosistem tower.

Berdasarkan catatan Kontan, fiber optik sendiri memberi pendapatan Mitratel sebanyak 10%. Meskipun belum sebanyak tower, Hendra memprediksi pendapatan dari fiber optik akan terus bertambah, bahkan bisa mendekati bisnis tower.

“Mitratel punya fundamental yang kuat, di antaranya ada fiber optik, power to tower, manage service, dan lain-lain. Nanti sampai tahun 2024 atau 2025 itu pendapatan fiber optik masih tetap di 10% dari total pendapatan. Tapi kalau kita lihat spesifik profitability, margin dari bisnis fiber optik ini sangat baik. Bahkan, mungkin mendekati bisnis tower,” kata Hendra.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2022, Mitratel telah menggelar tambahan fiber optik sepanjang 5.872 km. Bila digabung dengan akuisisi terbaru, Mitratel akan memiliki sekitar 11.800-an km fiber optik.

Meskipun sudah melebih target, Hendra optimis angka itu akan terus bertambah. Terlebih banyak mobile network operator (MNO) yang mulai mengembangkan layanan 5G.

“Fiber optik menjadi salah satu target activity. Seperti yang kami sampaikan di awal tahun ini bahwa target organik maupun anorganik tidak limited. Tapi kembali lagi ke ekosistem Mitratel tentu ada fiber optik dan power to tower. Dua hal itu merupakan eksposisi dari bisnis tower,” sambung Hendra.

Hendra mengungkapkan, Mitratel terus membuka peluang kerja sama bersama MNO lainnya untuk meningkatkan layanan, khususnya di sektor 5G. “Kita sudah memiliki site yang dilengkapi berbagai layanan yang kuat. Di samping itu, untuk 5G, Mitratel telah bekerja sama dengan Telkomsel. Kita harapkan bisa bekerja sama dengan operator lain untuk mengembangkan 5G di seluruh Indonesia,” pungkas Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×