kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sumber Global Energy (SGER) Patok Volume Penjualan Batubara Naik 10%-15% di 2023


Rabu, 07 Juni 2023 / 07:31 WIB
Sumber Global Energy (SGER) Patok Volume Penjualan Batubara Naik 10%-15% di 2023
ILUSTRASI. Sumber Global Energy (SGER) pasang target konservatif di tahun 2023


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) cenderung konservatif dalam menetapkan target operasional di tahun 2023. Di mana, SGER menargetkan volume penjualan batubara bertumbuh 10% sampai 15% untuk tahun 2023.

Sebagai perbandingan, SGER berhasil menjual 7,4 juta ton di tahun 2022, naik 138,70% dari realisasi penjualan di 2021 yang hanya 3,1 juta ton.

Direktur Utama SGER Welly Thomas mengatakan, per kuartal pertama 2023 SGER berhasil menjual 2,5 juta ton batubara. Angka ini melejit 214,7% year-on-year (YoY) dari realisasi penjualan di kuartal pertama 2022 yang hanya 802.000 ton.

Sebagai catatan, pemerintah memberlakukan larangan ekspor batubara di bulan Januari 2022 yang mempengaruhi volume penjualan di tiga bulan pertama 2022.

Baca Juga: Ini Jurus Sumber Global Energy (SGER) Genjot Kinerja Saat Harga Batubara Melemah

Moncernya kinerja operasional SGER turut bermuara pada naiknya kinerja keuangan. Emiten yang bergerak di bidang trading batubara ini membukukan pendapatan senilai Rp 3,17 triliun, melesat 253,22% dari realisasi pendapatan di periode yang sama tahun lalu yakni Rp 900,53 miliar.

Alhasil, SGER mampu mengumpulkan laba bersih hingga Rp 253,04 miliar, melesat 338,04% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 57,76 miliar.

Selain kenaikan kinerja segmen penjualan batubara, faktor lainnya yang menjadi pendorong kenaikan pendapatan adalah adanya pendapatan dari lini bisnis baru yakni penjualan nikel senilai Rp 23,89 miliar dan pendapatan dari bisnis kontraktor senilai Rp 4,03 miliar.

 

Setelah melonjak tahun lalu, manajemen SGER memperkirakan harga rata-rata batubara tahun ini akan lebih rendah, dengan harga penjualan rata-rata diperkirakan sedikit lebih rendah atau relatif flat dibanding 2022.

Sementara itu, permintaan global akan batubara masih kuat, terutama dari wilayah China, Asia dan juga Eropa yang mana supply gas alamnya masih belum normal.

Baca Juga: Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) Bidik Penjualan Tumbuh 20% hingga 25% Tahun Ini

Meski tidak menyebut angka spesifik, manajemen berharap pendapatan tahun ini bisa menyamai atau bahkan lebih tinggi daripada pendapatan 2022. Optimisme ini berdasarkan data kuartal pertama 2023 dimana volume penjualan dan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) batubara yang masih menunjukkan pertumbuhan.

“Dan juga kontribusi pendapatan dari lini bisnis-bisnis selain perdagangan batubara, diharapkan mulai memberikan kontribusi yang lebih besar,”kata Welly, Selasa (6/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×