kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Super Energy (SURE) yakin permintaan produk olahan gas akan membaik


Kamis, 09 Juli 2020 / 18:43 WIB
Super Energy (SURE) yakin permintaan produk olahan gas akan membaik
ILUSTRASI. PT Super Energy Tbk SURE

Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Super Energy Tbk (SURE) optimisitis permintaan produk-produk olahan gas yang dimilikinya tetap stabil terlepas dari adanya pandemi Covid-19.

Direktur Utama Super Energy Agustus Sani Nugroho menyampaikan, prospek bisnis SURE sepanjang tahun ini di atas kertas masih terjaga. Terbukti kinerja operasional SURE masih mumpuni di tiga bulan pertama 2020.

Kala itu, SURE sanggup memproduksi feed gas sebanyak 11.535 MMBTU per hari atau meningkat 0,99% (yoy) dibandingkan realisasi di kuartal pertama tahun lalu yakni 11.421 MMBTU per hari.

Hasil ini membuat SURE dapat meraup peningkatan pendapatan usaha sebesar 18,18% (yoy) menjadi Rp 86,03 miliar di kuartal I-2020. Namun sayangnya, laba bersih SURE harus tergerus 85,69% (yoy) menjadi Rp 0,96 miliar.

Baca Juga: Pendapatan usaha tumbuh, laba bersih Super Energy (SURE) tergerus 85% di Kuartal I

“Penurunan laba bersih utamanya akibat adanya pengalihan utang luar negeri menjadi utang dalam negeri,” tutur Agus tanpa penjelasan secara rinci perihal utang tersebut, Kamis (9/7).

Terlepas dari itu, peluang perbaikan kinerja SURE masih terbuka. Apalagi, relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dimulai sejak akhir kuartal kedua. Ini memungkinkan para pelaku industri untuk kembali menggenjot aktivitas bisnisnya, sehingga permintaan gas juga meningkat.

“Tren produksi gas akan meningkat di kuartal berikutnya,” imbuh Agus.

Manajemen SURE pun akan fokus menjaga kinerja penjualan berbagai produknya, terutama gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG). Segmen bisnis ini menjadi tumpuan utama SURE dalam meraup pendapatan usaha. Di kuartal pertama lalu, penjualan CNG milik SURE tumbuh 26,47% (yoy) menjadi Rp 56,41 miliar.

Selain itu, SURE juga tetap menerapkan strategi awal untuk menambah pasokan gas baru. Upaya ini sebenarnya sudah coba dilakukan oleh SURE melalui pencarian sumber gas baru di kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Agus memastikan, agenda bisnis tersebut masih dalam proses dan tidak ada kendala yang signifikan sekalipun dalam kondisi pandemi Covid-19. “Tidak terdapat perubahan target ekspansi dan alokasi capex di tahun ini,” jelasnya.

Sekadar catatan, SURE menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 100 miliar untuk keperluan ekspansi tersebut.

Sejauh ini, SURE masih mengandalkan fasilitas pengolahan gas yang dikelola anak usahanya PT Gasuma Federal Indonesia untuk menggenjot produksi. Pasokan gas di fasilitas tersebut berasal dari lapangan Mudi dan Sukowati. Fasilitas ini akan menghasilkan produk olahan gas seperti kondensat, liquefied petroleum gas (LPG), dan lean gas.

Di samping itu, SURE mempunyai fasilitas distribusi produk CNG yang berada di Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga: Super Energy (SURE) memastikan tetap melanjutkan kegiatan ekspansi bisnisnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×