kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.684   98,00   0,56%
  • IDX 6.472   -251,10   -3,73%
  • KOMPAS100 859   -34,28   -3,84%
  • LQ45 639   -19,17   -2,91%
  • ISSI 234   -9,23   -3,80%
  • IDX30 362   -8,81   -2,37%
  • IDXHIDIV20 448   -7,11   -1,56%
  • IDX80 98   -3,62   -3,55%
  • IDXV30 127   -2,72   -2,10%
  • IDXQ30 117   -2,18   -1,83%

Surya Semesta (SSIA) merampungkan divestasi aset dan penjualan lahan


Minggu, 12 Mei 2019 / 18:17 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pada Mei ini merampungkan dua aksi penting yang bisa mengerek kinerja kuartal kedua. SSIA mendivestasi aset real estate di Suryacipta Karawang fase keempat dan penjualan lahan seluas 8 hektare (ha).

Erlin Budiman, Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa mengatakan bahwa divestasi aset real estate di Suryacipta Karawang fase keempat memiliki potensi pendapatan mencapai Rp 325 miliar. Dari divestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi SSIA untuk fokus di Subang Industrial Township.

Kemudian Surya Semesta mencatat penjualan lahan seluas 8 ha dengan rata-rata nilai jual US$ 120 meter persegi dari landbank Suracipta Karawang. Transaksi tersebut berkontribusi tambahan pendapatan sekitar US$ 9,6 juta atau setara Rp 135 miliar. "Keduanya di Mei," ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (8/5).

Dari kedua penjualan tersebut, SSIA berharap bisa meningkatkan kinerja hingga akhir tahun. Maklum, hingga kuartal I lalu emiten dengan kode saham SSIA di Bursa Efek Indonesia ini masih mencatatkan penurunan kinerja.

Selama kuartal I, pendapatan SSIA turun 9,41% menjadi Rp 823,71 miliar dari kuartal pertama tahun lalu Rp 909,33 miliar. Kerugian bersih SSIA kuartal satu membesar 23,78% menjadi Rp 10,88 miliar dari kerugian kuartal pertama tahun lalu Rp 8,79 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×