kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.923.000   8.000   0,42%
  • USD/IDR 16.335   -60,00   -0,37%
  • IDX 7.167   24,52   0,34%
  • KOMPAS100 1.045   4,88   0,47%
  • LQ45 815   2,85   0,35%
  • ISSI 224   0,76   0,34%
  • IDX30 426   1,90   0,45%
  • IDXHIDIV20 505   1,29   0,26%
  • IDX80 118   0,58   0,49%
  • IDXV30 120   0,61   0,51%
  • IDXQ30 139   0,24   0,17%

Suzuki hitung ulang target penjualan motor


Selasa, 06 September 2016 / 23:07 WIB
Suzuki hitung ulang target penjualan motor


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Melihat tren penjualan motor yang stagnan, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata merivisi target penjualan motor secara nasional.

Sebelumnya, AISI memprediksi tahun ini jualan motor bisa mencapai 6,5 juta motor. "Tahun ini bisa turun 3%-4% menjadi 6,3 juta," kata Gunadi saat dihubungi KONTAN, Senin (6/9).

Gunadi mengatakan, target tersebut turun karena ada koreksi pertumbuhan ekonomi dari pemerintah. Menurutnya daya beli masyarakat sangat bergantung dengna kondisi pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga, menurutnya, tahun depan penjualan motor bisa naik 1%-2% sudah bagus.

"Diharapkan, tax amnesty jadi sentimen positif bagi pertumbuhan ekonomi kita," kata Gunadi.

Yohan Yahya, General Marketing and Sales 2 Wheels PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengakui, ada tren penurunan penjualan selama tujuh bulan terakhir. 

Oleh karena AISI merevisi target, Suzuki juga akan mengikuti. "Kita segera menyesuaikan juga," kata Yohan saat dihubungi KONTAN, Selasa (7/9).

Sebelumnya, Yohan mengaku bahwa tahun ini produk Satria masih menjadi penggerak utama penjualan Suzuki. Sebesar 70% penjualan motor SIS dari motor sport ini.

Dari data penjualan AISI, tercatat penjualan Suzuki sampai Juli 2016 tercatat sudah 34.915 unit. Tahun ini, SIS menargetkan bisa menjual sekitar 150.000 unit atau naik 10,75% dari realisasi penjualan tahun lalu sebesar 135.440 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×