kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tahun ini, pendapatan kereta api dipastikan turun


Jumat, 21 Oktober 2011 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Daftar 10 SMK terbaik se-Indonesia dengan nilai UTBK 2020 tertinggi dari LTMPT. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.


Reporter: Monika Novena | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pendapatan PT Kereta Api tahun ini bakal turun setelah menghentikan penjualan tiket tanpa tempat duduk per 1 Oktober lalu. Humas PT Kereta Apia Sugen Priyono belum bisa memastikan berapa nilai penurunan pendapatan tersebut.

"Kami akan menghitung ulang target jumlah penumpang dan pendapatan hingga akhir tahun," katanya, Jumat (21/10).

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2010 pendapatan terbesar PT KAI berasal dari angkutan penumpang sebesar Rp 3,02 triliun dengan mengangkut 228,05 juta penumpang. Sedangkan angkutan barang menyumbang pendapatan sebesar Rp2,76 triliun dengan mengangkut 28,03 ton.

Kereta Api sendiri belum berencana menambah rangkaian kereta supaya dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Sugeng beralasan sarana Kereta Api sangat terbatas.

Asal tahu saja, Kereta Api membatasi penjualan tiket untuk semua perjalanan baik kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi dengan alasan kenyamanan penumpang. Akibatnya, penjualan tiket kereta api melorot.

Direktur Jenderal Perkeretapian Tunjung Irawan tetap akan memprioritaskan keselamatan dan kenyaman penumpang. "Kalau saat peak season mungkin akan ada dispensasi untuk jumlah penumpang tiap gerbong. Tetapi untuk minggu-minggu biasa akan tetap aturan 100%," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×