kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.512   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tak mudah mengatasi BUMN yang merugi


Minggu, 27 Mei 2018 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Kantor Kementerian BUMN


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani menilai tidak mudah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk perbaiki kinerjanya. Terlebih-lebih untuk lebih fokus melakukan diversifikasi bisnisnya.

"Masalah BUMN bukan masalah yang simpel, saya agak khawatir apakah bisa sejauh itu bisa memberikan keuntungan," ujar Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani kepada Kontan.co.id, Minggu (27/5).

Jimmy pun mengkhawatirkan perubahan fokus yang akan dilakukan oleh sejumlah perusahaan pelat merah. Ia bilang perubahan fokus tidak langsung merubah seluruh BUMN.

Perubahan fokus pun perlu melihat persaingan unit usaha lainnya. "Persaingan luar biasa perlu disiapkan karena perubahan fokus perlu melihat pesaing," terang Jimmy.

Jimmy menganalisis perubahan PT Merpati (Persero) yang diminta beralih pada industri logistik dan kargo bukan hal yang mudah

Perkembangan teknologi menjadi hambatan tersendiri. Jimmy bilang banyak industri logistik yang mengalami kebangkrutan saat ini.

BUMN pun sulit untuk melakukan perubahan dikarenakan adanya kebijakan yang mengatur BUMN. "BUMN tidak semudah swasta yang mudah di turn around," jelas Jimmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×