kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tak mudah mengatasi BUMN yang merugi


Minggu, 27 Mei 2018 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Kantor Kementerian BUMN


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani menilai tidak mudah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk perbaiki kinerjanya. Terlebih-lebih untuk lebih fokus melakukan diversifikasi bisnisnya.

"Masalah BUMN bukan masalah yang simpel, saya agak khawatir apakah bisa sejauh itu bisa memberikan keuntungan," ujar Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani kepada Kontan.co.id, Minggu (27/5).

Jimmy pun mengkhawatirkan perubahan fokus yang akan dilakukan oleh sejumlah perusahaan pelat merah. Ia bilang perubahan fokus tidak langsung merubah seluruh BUMN.

Perubahan fokus pun perlu melihat persaingan unit usaha lainnya. "Persaingan luar biasa perlu disiapkan karena perubahan fokus perlu melihat pesaing," terang Jimmy.

Jimmy menganalisis perubahan PT Merpati (Persero) yang diminta beralih pada industri logistik dan kargo bukan hal yang mudah

Perkembangan teknologi menjadi hambatan tersendiri. Jimmy bilang banyak industri logistik yang mengalami kebangkrutan saat ini.

BUMN pun sulit untuk melakukan perubahan dikarenakan adanya kebijakan yang mengatur BUMN. "BUMN tidak semudah swasta yang mudah di turn around," jelas Jimmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×