kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tak mudah mengatasi BUMN yang merugi


Minggu, 27 Mei 2018 / 22:20 WIB
Tak mudah mengatasi BUMN yang merugi
ILUSTRASI. Kantor Kementerian BUMN


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani menilai tidak mudah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk perbaiki kinerjanya. Terlebih-lebih untuk lebih fokus melakukan diversifikasi bisnisnya.

"Masalah BUMN bukan masalah yang simpel, saya agak khawatir apakah bisa sejauh itu bisa memberikan keuntungan," ujar Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani kepada Kontan.co.id, Minggu (27/5).

Jimmy pun mengkhawatirkan perubahan fokus yang akan dilakukan oleh sejumlah perusahaan pelat merah. Ia bilang perubahan fokus tidak langsung merubah seluruh BUMN.

Perubahan fokus pun perlu melihat persaingan unit usaha lainnya. "Persaingan luar biasa perlu disiapkan karena perubahan fokus perlu melihat pesaing," terang Jimmy.

Jimmy menganalisis perubahan PT Merpati (Persero) yang diminta beralih pada industri logistik dan kargo bukan hal yang mudah

Perkembangan teknologi menjadi hambatan tersendiri. Jimmy bilang banyak industri logistik yang mengalami kebangkrutan saat ini.

BUMN pun sulit untuk melakukan perubahan dikarenakan adanya kebijakan yang mengatur BUMN. "BUMN tidak semudah swasta yang mudah di turn around," jelas Jimmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×