CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Tanjung Priok macet, pengusaha rugi Rp 126 M


Kamis, 25 Juli 2013 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Perawatan penting salah satu cara untuk mencegah wajah berminyak.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Organisasi Angkutan Darat Angkutan Khusus Pelabuhan (Organda Angsuspel) DKI Jakarta mengeluhkan kemacetan yang terjadi di sekitar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemacetan tersebut membuat pengusaha merugi karena tersendatnya pengiriman barang dari dan ke Tanjung Priok. Selain kemacetan, penumpukan kontainer di pelabuhan tersebut juga menjadi penyebab lainnya.

Gemilang Tarigan, Ketua Organda Angsuspel DKI Jakarta menuturkan, kemacetan tersebut mengurangi jam operasional truk pengangkut barang. Total potensi kerugian pengusaha tersebut pun mencapai Rp 9 miliar per harinya atau Rp 126 miliar dalam dua pekan ke belakang.

"Kerugian kami mencapai Rp 9 miliar per harinya. Sedangkan kemacetan ini sudah dari dua pekan lalu. Kalikan saja jumlahnya," ungkap Tarigan di kantornya, Tanjung Priok, Kamis (25/7).

Tarigan menjelaskan, nilai kerugian tersebut berasal dari 18.000 armada truk yang ada. Jumlah armada tersebut berasal dari 554 perusahaan angkutan yang ada dibawah Organda Angsuspel.

Dia juga bilang, setiap armada truk mampu mengangkut muatan 1 rit (bolak-balik) per harinya. Tapi karena kemacetan dan penumpukan kontainer membuat tiap truk butuh 2 hari untuk 1 ritnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×