kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tantangan bagi industri makanan dan minuman di tahun ini


Senin, 14 Januari 2019 / 16:47 WIB
Tantangan bagi industri makanan dan minuman di tahun ini


Reporter: Lita Febriani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman (Mamin) tahun diperkirakan akan tumbuh stagnan sama dengan tahun lalu. Pengaruh dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadikan pendorong utama faktor pertumbuhan beberapa tahun kebelakang.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman mengatakan selain dollar AS, persoalan Upah Minumum Provinsi (UMP) juga berpengaruh terhadap pertumbuhan industri Mamin tahun ini. "Ada kenaikan UMP," terang Adhi kepada Kontan.co.id, Senin (14/1).

Selain itu, kenaikan BBM subsidi yang direncanakan pemerintah menurut Gapmmi akan mempengaruhi industri Mamin. Padahal, transportasi pendistribusian barang menggunakan BBM subsidi.

"Ini kalau BBM subsidi dikurangi atau dihapus tentunya berpengruh terhadap penjualan logisitik kan. Berarti apakah ini logistik atau transportasi atau distribusi akan naik atau tidak inikan menunggu dari sektor transportasi," tambah Adhi.

Adhi memperkirakan, industri makanan dan minuman di tahun politik ini akan mengalami pertumbuhan sekitar 8% sampai 9% atau stagnan. Produk minuman, snack dan biskuit nantinya akan mendominasi saat kampanye.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×