Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Markus Sumartomjon
JAKARTA. Menurut laporan riset Colliers Internasional, tarif sewa gedung perkantoran selama kuartal dua tahun ini melonjak. Yang mengalami lonjakan tarif sewa adalah gedung perkantoran yang menerapkan mata uang dolar Amerika.
Perusahaan pemasar dan periset properti ini melaporkan kenaikan tarif sewa kantor di Jakarta dalam dolar Amerika, khususnya di pusat bisnis di periode tersebut mencapai 25% menjadi US$ 26,6 per m2 atau sekitar Rp 243.450 per m2 dibanding periode yang sama 2011.
Adapun tarif sewa dalam rupiah gedung perkantoran di pusat bisnis di Jakarta tersebut cuma naik 13% menjadi Rp 143.807 per m2 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Associate Director Research Service Colliers International Ferry Salanto mengatakan tren kenaikan tarif sewa gedung perkantoran di Jakarta tersebut masih bakal terus berlangsung, khususnya di pusat bisnis. Pasalnya, sejauh ini, ruang perkantoran yang memiliki fasilitas memadai makin terbatas. "Saat ini hanya tersedia 4,1% ruangan kantor kosong pada akhir kuartal II 2012," ujar Ferry dalam laporan riset kemarin.
Justinus Omas, Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land mengatakan kenaikan tarif sewa perkantoran memang sudah sesuai perkiraan. "Kenaikan hingga 25% memang sudah diprediksi," ujarnya. Misalnya, proyek perkantoran Central Park dan Kuningan City yang kenaikannya mencapai 23%-35% dalam enam bulan terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News