Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dikky Setiawan
JAKARTA. Direktur Ciruss Budi Santoso menilai, divestasi saham yang ditawarkan oleh PT Freeport Indonesia senilai US$ 1,7 miliar terlalu mahal. Hal itu dikarenakan Freeport memasukan data reserve sampai tahun 2041 sebagai cadangan portfolionya.
Budi mengatakan, jika pemerintah membeli dengan harga US$ 1,7 miliar, dimana Freeport memasukan cadangannya dalam portofolionya berarti pemerintah membeli barang miliknya sendiri.
“Masa freeport umurnya cuma lima tahun lagi dinilai ke proyeksi sampai cadangannya habis tahun 2041? Pemerintah harus tegas seperti yg dinyatakan dalam kontrak karya bahan tambang bahwa belum menjadi milik penambang sebelum kewajiban kepada negara (royalti) dipenuhi,” tegasnya kepada KONTAN, Jumat (15/1).
Dirktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Mohammad Hidayat menimpali, saat ini pihaknya masih akan mengevaluasi harga yang ditawarkan kepada pemerintah. “Kalau memang Freeport memasukan cadangan hingga 2041, ya, seharusnya tidak boleh. Setelah evaluasi selesai dan nilainya sudah keluar kita akan melakukan penawaran,” tandasnya
Sementara Juru BIcara Freeport McMoran, Erick Kinnerberg enggan berbicara lebih banyak. Ia hanya bilang, dalam rangka proses renegosasi serta perpanjangan kontrak, FCX sepakat menawarkan saham divestasi Freeport sebesar 20,64%.
“FCX sudah menyerahkan laporan valuasi saham dalam rangka divestasi, sebagai tindak lanjut permintaan pemerintah. Nilai ini akan kami publikasikan jika kesepakatan divestasi 10,64% antara FCX dan pemerintah sudah tercapai,” tandasnya, Jumat (15/1).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













