kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tiga perusahaan minati saham baru Adhi Karya


Senin, 03 Agustus 2015 / 15:43 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk sebentar lagi akan menggelar penerbitan saham baru untuk membiayai proyek Light Rail Transit (LRT) pada 27 Agustus nanti. Rencananya akan diterbitkan sebanyak 1.817.892.144 dengan target penerimaan dana mencapai Rp 2,75 triliun. Perseroan mengklaim hingga kini sudah banyak pihak yang menyatakan minat untuk membeli saham baru tersebut.

“Teman-teman dari asuransi dalam negeri mau ngambil, seperti Asgara, Taspen dan BPJS,” ujar Kiswodarmawan di Jakarta, Senin (3/8)

Tak hanya itu, menurut Kiswo sejauh ini para pemegang saham Adhi Karya juga telah menyatakan minatnya untuk kembali membeli penerbitan saham kali ini. Apalagi perseroan sudah menggelar roadshow ke beberapa negara seperti Hongkong, Singapura dan Kuala Lumpur.

Sementara untuk pengerjaan proyek LRT sendiri, hingga kini Adhi Karya masih menunggu diterbitkannya peraturan Presiden yang berisi perihal revisi penunjukan perusahaan sebagai penggarap proyek tersebut. Jika tidak ada aral melintang, perseroan berharap bisa melakukan pemasangan tiang pancang pada 17 Agustus nanti.

“Saya enggak berani kalau enggak ditugasi, ground breaking kan persoalan gampang, hanya tinggal cari pancang saja,” tandasnya.

Adapun nilai investasi proyek LRT ini diperkirakan mencapai Rp 24,95 miliar. Nilai tersebut terbagi sebesar Rp 12 triliun untuk tahap pertama Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas), sebesar Rp 8,54 triliun untuk tahap kedua Cibubur-Bogor dan sebesar Rp 4,3 triliun untuk investasi properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×