kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.683   39,64   0,70%
  • KOMPAS100 734   6,54   0,90%
  • LQ45 558   4,72   0,85%
  • ISSI 198   1,15   0,58%
  • IDX30 316   2,00   0,64%
  • IDXHIDIV20 389   -0,16   -0,04%
  • IDX80 84   0,74   0,89%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,22   0,22%

Toyota diminta Menperin produksi transmisi di RI


Senin, 25 Juli 2016 / 16:25 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Lokalisasi komponen Sienta yang diklaim menyentuh 80 persen rupanya belum memuaskan Menteri Perindustrian Saleh Husin. Dia mengatakan seharusnya Toyota juga sudah bisa memproduksi transmisi Indonesia. 

"Ini dicatat, kami sangat berharap transmisi bisa diproduksi di Indonesia," ujar Saleh saat pidatonya di acara peresmian produksi Sienta di Plant II TMMIN di Karawang, Jawa Barat, Senin (25/7/2016). 

Selama ini TMMIN mengimpor transmisi dari Filipina untuk jenis manual, sedangkan otomatis dari Jepang. Kapasitas produksi mobil  di seluruh pabrik TMMIN mencapai 250.000 unit per tahun. 

Meski menyampaikan dengan nada menyindir, Saleh yang mewakili Pemerintah Indonesia mengapresiasi atas komitmen investasi Toyota selama ini. Kucuran dana dari Toyota buat memproduksi Sienta mencapai Rp 2,5 triliun, sebagian untuk peralatan produksi baris ketiga sebab selama ini Plant II hanya melahirkan Etios Valco, Limo, Vios, dan Yaris. 

Dampak dari tambahan investasi Sienta, kata Husin, membuat lebih banyak penyerapan karyawan baru, meningkatkan kepemilikan pemasok lokal, dan pada akhirnya berkontribusi buat perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×