kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tumbuh 30%, Pupuk Indonesia Salurkan 1,7 Juta Ton Pupuk Bersubsidi di Kuartal I-2025


Jumat, 04 April 2025 / 08:19 WIB
Tumbuh 30%, Pupuk Indonesia Salurkan 1,7 Juta Ton Pupuk Bersubsidi di Kuartal I-2025
ILUSTRASI. Petani menyiapkan pupuk untuk pemupukan tanaman padi di persawahan Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2025). PT Pupuk Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi pada kuartal I-2025.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan signifikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi pada kuartal I-2025.

Hingga Maret 2025, perusahaan telah menyalurkan 1,7 juta ton pupuk bersubsidi, meningkat lebih dari 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa peningkatan ini didukung oleh kebijakan percepatan distribusi pupuk subsidi dari pemerintah serta pemanfaatan digitalisasi melalui platform i-Pubers. 

Baca Juga: Bukan BLT, Pemerintah Bakal Langsung Salurkan 9,55 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2025

“Dengan sistem ini, petani dapat menebus pupuk hanya menggunakan KTP, dan distribusi dapat dipantau secara real time hingga ke kios,” ujarnya dalam siaran pers Kamis (3/4).

Pupuk Indonesia, yang kini memasuki usia ke-13 tahun,  terus berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. 

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan telah mengintegrasikan rantai pasok pupuk dari produksi hingga distribusi dengan mengedepankan efisiensi, transformasi digital, dan inovasi.

Dari sisi produksi, Pupuk Indonesia telah meningkatkan kapasitas dan efisiensi konsumsi bahan baku pupuk melalui pengoperasian beberapa pabrik strategis. 

Di antaranya adalah Pabrik Amonia Urea II Petrokimia Gresik dan Pabrik Pupuk Kaltim V pada 2015, Pabrik NPK PIM pada 2023, serta Phonska V Petrokimia Gresik pada 2024. Selain itu, efisiensi energi juga terus ditingkatkan melalui revamping fasilitas produksi di berbagai anak perusahaan.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Langsung Salurkan 9,55 Juta Ton Pupuk Subsidi ke Petani Tahun Depan

Di luar aspek produksi dan distribusi, Pupuk Indonesia juga berfokus pada pemberdayaan petani melalui Program MAKMUR. 

Program ini menghadirkan pendekatan agribisnis terintegrasi, termasuk pendampingan intensif, akses input pertanian berkualitas, serta peningkatan akses pembiayaan. Hingga kuartal I-2025, program ini telah mencakup lahan seluas 151.000 hektar dan melibatkan 128.000 petani di seluruh Indonesia.

“Kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pendampingan, teknologi, dan gotong royong. Karena itu, kami terus mendorong Program MAKMUR sebagai upaya membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” tambah Rahmad.

Sejumlah langkah strategis lainnya turut memperkuat peran Pupuk Indonesia dalam transformasi industri pupuk dan petrokimia nasional.

Di antaranya adalah peresmian pabrik amonium nitrat sebagai bagian dari hilirisasi serta pengembangan proyek amonia hijau hybrid pertama di dunia sebagai tonggak penting dalam transisi energi hijau global.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Pastikan Ketersediaan 286.771 Ton Pupuk Subsidi, Siap Hadapi Musim Tanam

Rahmad menegaskan bahwa Pupuk Indonesia akan terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung target swasembada pangan nasional. 

“Kami siap memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dan terus beradaptasi demi menghadirkan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tutupnya.

Selanjutnya: 8 Wisata Kuliner di Bali yang Enak dan Wajib Dicoba Saat Libur Lebaran 2025

Menarik Dibaca: Cara Reset Explore Instagram dalam 5 Menit, Ini Trik yang Perlu Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×