kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45678,30   -12,83   -1.86%
  • EMAS911.000 -1,41%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ubah BBM menjadi gas, PLN estimasikan bisa hemat Rp 4 triliun per tahun


Selasa, 28 Januari 2020 / 15:57 WIB
Ubah BBM menjadi gas, PLN estimasikan bisa hemat Rp 4 triliun per tahun
ILUSTRASI. Deretan tiang SUTET di sepanjang tol Trans Jawa, Minggu (24/2). PLN akan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkit listrik dan mengubahnya menjadi bahan bakar gas.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah melakukan identifikasi dan pemetaan untuk melakukan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada pembangkit listrik dan mengubahnya menjadi bahan bakar gas.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai gasifikasi dalam kelistrikan. "Sebagai bentuk implementasi, PLN telah melakukan identifikasi untuk memetakan perencanaan konstruksi pembangkit dan rencana pengoperasian pembangkit yang menggunakan BBM dan gas," kata Zulkifli dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (28/1).

Baca Juga: PLN telah teken pengadaan listrik sebesar 605 MW untuk proyek smelter di Sulawesi

Zulkifli menjelaskan, terkait dengan pembangkit BBM dan gasifikasi ini, PLN telah memetakan lima wilayah yang meliputi wilayah Sumatra bagian Barat, Kalimantan bagian utara, Jawa bagian timur dan Bali-Nusa Tenggara, wilayah Sulawesi serta wilayah Maluku dan Papua.

Zulkifli menyebut, konsumsi BBM yang diserap PLN pada tahun 2019 sebesar 2,6 juta kiloliter (kl). Berdasarkan identifikasi PLN, kata Zulkifli, pengubahan bahan bakar pembangkit menjadi gas bisa mengurangi konsumsi BBM sekitar 1,6 juta kl.

Zulkifli bilang, dengan perubahan tersebut, PLN mengestimasikan bisa menghemat biaya operasi sebesar Rp 4 triliun per tahun. "Yang bisa diubah ke gas berdasarkan identifikasi kami adalah 1,6 juta kl dengan estimasi pengurangan biaya operasi sebesar Rp 4 triliun," sebutnya.

Adapun, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, porsi pembangkit berbasis gas yang meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)/Mesin Gas (PLTMG)/Gas Uap (PLTGU) ditarget mencapai 12.617 Megawatt atau sekitar 22% dari total bauran energi.

Baca Juga: Kemenkeu siapkan dana kompensasi bagi kekurangan penerimaan Pertamina dan PLN




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×