kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

UMKM yang berjualan di Line Indonesia mencapai 1,6 Juta


Rabu, 14 Februari 2018 / 23:03 WIB
ILUSTRASI. Director Strategic Partnership Line Indonesia Revie Sylviana


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Line Indonesia melalui Line@ memberikan layanan penjualan perseorangan yang digunakan oleh 2,1 juta dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kreator, dan blogger.

"Itu aplikasi yang berbeda dengan Line messanger. Terdapat 1,6 juta pengguna dari UMKM, sisanya dari kreator stiker dan bloger," ungkap Director Strategic Partnership Line Indonesia Revie Sylviana pada Rabu (14/2) usai Artpreneur Talk 2018 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Pada 2018 ini, Line Indonesia bakal monetisasi Line@. Revie bilang Line Indonesia bakal mematok Rp 99.000 per bulan bagi penjual personal. Aplikasi Line@ dapat dijalankan oleh lebih dari satu orang admin.

Tak hanya dorong UMKM, Revie bilang Line juga memberikan solusi online to offline beberapa brand seperti Starbucks dan Alfamart. "Mereka bagikan digital kupon di Line lalu dapat ditukarkan di kasir. Mereka dapat secara otomatis menghitung volume dan nilai dari transaksi," pungkas Revie.

Saat ini, Line Indonesia memiliki 162 official account brand bisa melakukan online to offline.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×