kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS996.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Upaya Frisian Flag dan peternak sapi perah menjaga pasokan dan keamanan susu sapi


Jumat, 16 Oktober 2020 / 21:00 WIB
Upaya Frisian Flag dan peternak sapi perah menjaga pasokan dan keamanan susu sapi
ILUSTRASI. Peternak memerah susu di Lembang, Jawa Barat, Minggu (5/7). KONTAN/Baihaki/5/7/2020

Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Bertepatan hari pangan sedunia yang jatuh 16 Oktober 2020, Frisian Flag bersama Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)  menggelar webinar tentang peran peternak sapi perah dalam memastikan keamanan pangan yang dihasilkannya. Kedua institusi ini setuju bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu setiap pihak punya peran untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi kriteria keamanan dan kesehatan.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh para pakar peternakan tersebut juga menekankan pentingnya kerjasama dengan mitra koperasi untuk meningkatkan pemberdayaan peternak sapi perah lokal dan pengetahuan tentang peternakan berkelanjutan. 

 Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro memandang penting diskusi tersebut. Lantaran kesadaran masyarakat minum susu menunjukkan tren positif sebagai akibat kesadaran masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh. “Ini menjadi peluang bagi kami bersama peternak sapi perah di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Apalagi, perusahaan ini sudah punya program dairy development program (DDP), soal teknik ternak sapi di Belanda yang diterapkan di Indonesia sejak 1996. Program itu sudah diterapkan ke peternak sapi di Indonesia untuk memastikan keamanan dan ketahanan susu segar, terutama di masa pandemi.

Baca Juga: Pentingnya literasi gizi di saat menghadapi pandemi

Ketua Gabungan Susu Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi terbantu dengan kerjasama peternak dengan Frisitan Flag. Terutama dari sisi produktivitas dan pengembangan usaha. “Kemitraan ini juga meningkatkan kualitas sumber daya para peternak,” tuturnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian  Nasrullah menilai kerjasama tersebut  sebagai salah satu kunci keberhasilan pengembangan industri susu di  Indonesia. Dan ini diperlukan di masa pandemi.

 Pakar pakan ruminansia dari Universitas Gadjah Mada, Ali Agus,mengingatkan pentingnya  pengelolaan pakan dan kesehatan ternak sebagai kunci keamanan pangan. “Pakan tidak hanya aspek jumlahnya tetapi juga mutu dan keamanannya bagi kesehatan ternak dan produk hasil ternak seperti susu segar dan hasil olahannya, yang nantinya aman di konsumsi oleh masyarakat,” sarannya.

Selanjutnya: Saat pandemi, produk kesehatan paling banyak dicari

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×