kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.812   -64,00   -0,36%
  • IDX 6.309   31,73   0,51%
  • KOMPAS100 825   3,42   0,42%
  • LQ45 628   2,49   0,40%
  • ISSI 218   1,35   0,62%
  • IDX30 348   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 432   -1,05   -0,24%
  • IDX80 94   0,37   0,40%
  • IDXV30 118   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 112   -0,10   -0,09%

Vietnam jadi ancaman kinerja ekspor mobil Indonesia


Senin, 07 Oktober 2019 / 11:47 WIB
ILUSTRASI. Ekspor perdana Mitsubishi Xpander


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbicara soal ekspor  mobil buatan Indonesia, wilayah ASEAN masih jadi pasar terbesar Indonesia, selain Jepang dan beberapa negara Timur Tengah. Pembatasan impor lewat pajak konsumsi di Vietnam akan berdampak pada kinerja ekspor beberapa negara di kawasan Asean, termasuk Indonesia.

Tenaga Ahli Bidang Perjanjian Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Rico Nugrahatama, mengatakan, sekitar53% dari seluruh ekspor Indonesia berada di ASEAN.

Sementara pangsa pasar Vietnam mencapai 7,8%, dengan nilai ekspor sebesar US$ 586.514 pada 2018.

Baca Juga: Tahun depan Vietnam mulai produksi Mitsubishi Xpander

“Peraturan dalam negeri Vietnam secara langsung akan mempengaruhi, karena di ASEAN sendiri Vietnam masuk dalam tiga besar paling banyak, setelah Filipina dan Thailand,” katanya saat dihubungi Kompas.com (4/10).

Meski begitu, Rico mengatakan, efek dari pajak konsumsi spesial (special consumption tax/ SCT) yang diterapkan Vietnam belum bisa terlihat cepat.

 “Dampaknya biasanya akan ketahuan pada tahun depan, atau setelah triwulan ketiga itu bisa kelihatan seberapa besar efeknya,” ujarnya.

Untuk diketahui, pasar Vietnam nyatanya cukup potensial bagi Indonesia. Berdasarkan data Kemendag, valuasi ekspor Indonesia ke Vietnam selalu meningkat dari tahun ke tahun sejak 2014.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun Ada Promo Khusus Pajero, Xpander dan Mobil Mitsubishi Lainnya

Pada 2014, nilai ekspor di sektor industri pengolahan kendaraan mencapai angka US$ 5,2 juta. Lantas angkanya menjadi 7,5 juta dolar AS tahun 2018 atau meningkat sekitar 44%.

Sedangkan pada periode Januari-Juli 2019, nilai ekspor Indonesia ke Vietnam telah mencapai US$ 4,4 juta. Bertambah dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 4,1 juta. (Dio Dananjaya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kinerja Ekspor Mobil Indonesia Terancam di Vietnam",

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×