Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertarik membeli saham yang ditawarkan Freeport.
Namun tutur dia, hingga kini pemerintah belum menunjuk BUMN mana yang akan membeli saham tersebut.
"Kira-kira belum, (tapi) banyak (BUMN) yang bersedia," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (15/1).
Saat ini pemerintah terus mengkaji pembelian 10,64% saham Freeport yang mencapai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23,63 triliun (kurs 13.900).
Menurut Kalla, nilai saham tersebut bukanlah nilai yang kecil. Oleh karena itu, pemerintah terlebih dulu mengkajinya.
"Karena bukan uang kecil. Kalau uangnya hanya sejuta, dua juta langsung saja. Inikan triliunan jadi sedang di kaji," kata Kalla.
Sebelumya, PT Freeport Indonesia menyerahkan harga penawaran divestasi 10,64% saham senilai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23,63 triliun (kurs 13.900) kepada pemerintah di batas waktu terakhir yang jatuh pada Kamis (14/1).
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) menjadi salah satu BUMN yang berniat membeli divestasi PT Freeport Indonesia tersebut. (Yoga Sukmana)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













