kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Waspada kekeringan air dalam lima tahun


Kamis, 22 Oktober 2015 / 15:43 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lingkungan yang semakin minim penghijauan akan menipiskan ketersediaan air di Indonesia. Naning Adiwoso, Chairperson Green Building Council Indonesia, mengatakan, mulai sekarang masyarakat harus menghemat air, menanam pohon, serta menjaga ruang terbuka hijau untuk menjaga lingkungan.

"Jika tidak, Indonesia akan mengalami kekeringan air pada tahun 2020," katanya, Kamis (22/10). Pasalnya, kegiatan eksploitasi air mencapai 320 juta meter kubik per tahun yang melakukan eksploitasi adalah perusahaan seperti perumahan, hotel dan perkantoran.

Kedepan, jika pemerintah, perusahaan dan masyarakat tidak peduli akan lingkungan maka permukaan tanah akan turun 75 sentimeter-125 sentimeter dalam 20 tahun-25 tahun kedepan. Akibatnya adalah akan terjadi longsor dan defisit air.

Naning mengatakan, ada banyak cara untuk menghindari kekeringan air tersebut. Yang paling sederhana adalah menanam pohon, kemudian membentuk serapan air, melakukan daur ulang sampah, menggunakan peralatan hemat energi. "Dan yang terpenting adalah hemat penggunaan air," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×