kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.737   52,00   0,29%
  • IDX 6.359   -240,37   -3,64%
  • KOMPAS100 842   -31,99   -3,66%
  • LQ45 635   -16,29   -2,50%
  • ISSI 227   -11,03   -4,63%
  • IDX30 362   -7,10   -1,92%
  • IDXHIDIV20 449   -6,66   -1,46%
  • IDX80 97   -3,24   -3,24%
  • IDXV30 125   -3,39   -2,64%
  • IDXQ30 117   -1,50   -1,27%

Xpeng Kuasai Manufaktur EV Erajaya, Pengamat Soroti Pentingnya Transfer Teknologi


Selasa, 19 Mei 2026 / 14:35 WIB
Xpeng Kuasai Manufaktur EV Erajaya, Pengamat Soroti Pentingnya Transfer Teknologi
ILUSTRASI. Xpeng kuasai mayoritas saham EIDO, anak usaha ERAL.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah penguatan kolaborasi antara PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle dengan Xpeng di bisnis manufaktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai mampu memperkuat industri EV nasional, salah satunya dalam hal transfer teknologi.

Sebagai informasi, berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin (17/5/2026), ERAL mengungkap bahwa produsen otomotif asal China tersebut akan memiliki 90,1% saham PT Era Industri Otomotif (EIDO), anak usaha ERAL di bidang manufaktur dan perakitan kendaraan listrik.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mencermati, dampak langkah ini terhadap penguatan ekosistem EV sebenarnya bisa signifikan. Asalkan, transfer teknologi yang dilakukannya mencakup kapabilitas substantif, bukan sekadar perakitan seperti praktik yang umumnya dilakukan agen pemegang merek (APM) di Indonesia.

Baca Juga: CNG Jadi Substitusi LPG, Bagaimana Nasib Proyek DME?

"Kepemilikan mayoritas Xpeng ini berpotensi menjadi game changer jika disertai strategi transfer yang mendalam," ujarnya kepada Kontan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Yannes, tanpa komitmen membangun research & development (R&D) lokal serta pengembangan pemasok bernilai tinggi (high-value suppliers), struktur ini tampaknya lebih berorientasi pada percepatan volume produksi, alih-alih pada penguasaan teknologi di dalam negeri.

Namun, bagaimanapun, Yannes menyoroti langkah ini tetap dapat mempercepat laju pembentukan basis produksi EV lokal yang terintegrasi. Serta, meningkatkan arus investasi dan penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur EV domestik.

Ia bilang bahwa dengan kontrol penuh, prinsipal, dalam hal ini Xpeng, dapat mengambil keputusan investasi, lokalisasi, dan pengembangan rantai pasok secara cepat tanpa perlu banyak bernegosiasi dengan mitra lokalnya.

"Hal ini tentunya bakal memungkinkan percepatan pemenuhan TKDN dan transfer proses manufaktur yang lebih terintegrasi, dibandingkan model kerja sama tradisional," jelas Yannes.

Sebelumnya, manajemen ERAL mengungkapkan keseluruhan rencana ini masih menunggu proses administratif berupa persetujuan resmi sesuai regulasi yang berlaku.

 

Adapun perubahan kepemilikan ini hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO. Kepemilikan ini disebut tidak mencakup keseluruhan operasional bisnis Xpeng di Indonesia.

Seluruh aktivitas distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual Xpeng di Indonesia tetap dijalankan oleh PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif yang merupakan entitas anak ERAL lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×