kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Zyrexindo (ZYRX) Naikkan Harga Laptop 5%-10%, Ini Penyebabnya


Rabu, 21 Oktober 2026 / 19:20 WIB
Zyrexindo (ZYRX) Naikkan Harga Laptop 5%-10%, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Zyrexindo (ZYRX) menaikkan harga laptop 5%-10% sejak pertengahan 2026 akibat kenaikan harga RAM dan SSD serta tekanan biaya produksi. (TRIBUNNEWS/FX ISMANTO)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga komponen komputer mulai mendorong produsen laptop melakukan penyesuaian harga jual.

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) telah menaikkan harga laptop secara bertahap sebesar 5% hingga 10% sejak pertengahan 2026 untuk mengantisipasi tekanan biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga memori atau RAM dan solid-state drive (SSD).

Sekretaris Perusahaan Zyrexindo Mandiri Buana Evan Jordan mengatakan, kenaikan harga kedua komponen tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya pengadaan laptop. Perseroan juga mencermati pergerakan harga komponen global dan nilai tukar rupiah dalam menentukan kebijakan harga jual.

“Memasuki pertengahan tahun 2026, Perseroan telah melakukan penyesuaian harga jual produk secara bertahap dan selektif pada kisaran 5% hingga 10%,” ujar Evan kepada Kontan, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Gaikindo Sambut Rencana Insentif untuk Mobil Hybrid dan PHEV

Ia menjelaskan, penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara margin usaha dan keterjangkauan harga bagi konsumen. Segmen laptop entry-level hingga mid-range menjadi perhatian karena relatif sensitif terhadap perubahan biaya komponen.

Untuk mengantisipasi tekanan biaya, ZYRX melakukan perencanaan kebutuhan komponen, pembelian lebih awal, serta menjaga ketersediaan stok. Langkah tersebut ditempuh agar perseroan dapat mengelola biaya pengadaan sekaligus mempertahankan daya saing harga produknya.

Ke depan, harga jual laptop ZYRX hingga akhir 2026 masih akan dipengaruhi perkembangan harga komponen global, nilai tukar rupiah, dan dinamika permintaan pasar.

Evan mengatakan, perseroan tetap membuka opsi penyesuaian harga apabila tekanan biaya pengadaan dan nilai tukar berlanjut. Namun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan perbandingan harga produk di pasar serta sensitivitas konsumen.

“Jika tekanan terhadap biaya pengadaan komponen dan nilai tukar masih berlanjut, penyesuaian harga tetap menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan dengan tetap melakukan benchmarking terhadap harga jual di pasar,” katanya.

 

Meski demikian, ZYRX tidak hanya mengandalkan kenaikan harga untuk menghadapi tekanan biaya. Perseroan juga mengevaluasi efisiensi operasional dan rantai pasok agar kenaikan biaya dapat dikelola secara lebih optimal.

Dari sisi produk, ZYRX menyiapkan pilihan konfigurasi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai segmen pasar. Strategi ini diharapkan dapat mempertahankan rasio harga terhadap performa produk tanpa mengorbankan kualitas dan pengalaman penggunaan.

Perseroan juga memperkuat penawaran di pasar ritel serta memperluas penetrasi ke segmen korporasi dan pengadaan pemerintah maupun pendidikan. Dengan strategi tersebut, ZYRX berupaya menjaga daya saing produk sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah perubahan biaya komponen dan tantangan daya beli.

Evan menegaskan, setiap kebijakan harga akan ditetapkan secara cermat dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×