: WIB    —   
indikator  I  

ASDP bangun kawasan komersial di Labuan Bajo

ASDP bangun kawasan komersial di Labuan Bajo

JAKARTA. PT ASDP Indonesia Ferry akan membangun proyek kawasan komersial di Labuan Bajo yang terdiri dari pelabuhan marina, peningkatan fasilitas dermaga penyeberangan, hotel, serta area komersial. Total investasi pengembangan kawasan ini senilai Rp 400 miliar.

Proyek komersial ini telah grounbreaking pada Kamis (20/4) dan ditargetkan rampung dan beroperasi penuh pada Desember 2018.

Direktur Utama ASDP Faik Fahmi mengatakan, pembangunan dan pengembangan kawasan komersial Labuan Bajo ini sejalan dengan road map perusahaan yang telah disusun, yakni RE-ASDP yang terdiri dari Re-formulation of Business Foundation (2016), Acceleration of Commercial (2017), Services to The Nation (2018), Drive to Excellent (2019) dan Performance to The Best (2020).

Proyek pembangunan kawasan komersial Labuan Bajo merupakan proyek sinergi Badan Usaha Milik Negara antara ASDP, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) dan PT Patra Jasa. ASDP menjadi pemegang saham mayoritas 51%, karena pengembangan proyek berada di atas lahan milik perseroan, lalu Patra Jasa 25% dan PTPP 24%.

“Tahun ini merupakan waktu percepatan sisi komersial. Kami berharap, ASDP bisa lebih besar berperan buat negara, membangun konektivitas tanpa bergantung kepada pemerintah, serta dapat lebih memajukan pariwisata nasional dengan standar dunia. Karenanya, kami ingin mengembangkan Labuan Bajo,” kata Faik dalam keterangan resmi, Kamis (20/4).

Diketahui, Labuan Bajo ditetapkan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai salah satu Top 10 Tourist Destination bersama Danau Toba, Raja Ampat, Wakatobi dan lainnya. Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu destinasi pariwisata berbasis bahari yang lengkap, dan serius untuk dikembangkan.

Soal potensi alam, Labuan Bajo memiliki banyak kekayaan seperti Pulau komodo, panorama Pulau Padar yang sangat indah, hingga sensasi tracking ala Jurrasic di Pulau Rinca. Saat itu, Labuan Bajo dinobatkan CNN sebagai snorkel site kedua terbaik di dunia. Nomor satunya Raja Ampat Papua dan nomor tiganya Kepulauan Galapagos di Amerika Selatan.

Faik menerangkan, seiring dengan pengembangan kawasan komersial dan sektor pariwisata di Labuan Bajo, maka direncanakan pembangunan proyek hotel di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan jumlah 180 unit kamar.

“Kami melihat prospek bisnis properti, khususnya hotel sangat bagus ke depannya. Keberadaan hotel ini akan sangat menunjang pariwisata, karena lokasinya sangat strategis, berada di tepi pantai di Jalan Soekarno Hatta. Sehingga, untuk view hotel sangat indah dan sempurna, karena menghadap ke laut,” jelasnya.

Data menyebutkan, jumlah turis ke Labuan Bajo mencapai 95.410 wisatawan (data 2015). Dari jumlah tersebut, sebanyak 80% turis mancanegara dengan pertumbuhan kedatangan mencapai 18,3% per tahun.

Terkait pelabuhan marina, Direktur Pelayanan dan Fasilitas ASDP Christine Hutabarat menjelaskan, proyek ini juga untuk menopang infrastruktur pariwisata. Dari sisi bisnis, pelabuhan marina yang dapat disandari kapal pesiar dan menampung hingga 70 unit yacht ini berprospek bagus mengingat belum ada pelabuhan khusus di Labuan Bajo yang bisa melayani kapal-kapal wisata asing sesuai standar. ASDP akan mengelola secara professional kapal-kapal jenis yacht dan mini cruise yang tadinya hanya datang ke Bali, juga berpotensi datang ke Labuan Bajo.

“Dengan adanya dermaga marina, tentu akan semakin menggairahkan bisnis kapal pesiar di Indonesia. Kami juga akan meningkatkan dan memperkuat fasilitas dermaga penyeberangan di lintasan menuju Labuan Bajo. Bahkan ASDP telah memiliki lintasan interchange dari Bira, Sulawesi Selatan menuju ke Labuan Bajo,” tutur Christine.


Reporter Dina Mirayanti Hutauruk
Editor Dupla KS

INDUSTRI PARIWISATA

Feedback   ↑ x