INDUSTRI
Berita
Barry Callebaut AG bangun pabrik kakao olahan senilai US$ 33 juta

PEMBANGUNAN PABRIK

Barry Callebaut AG bangun pabrik kakao olahan senilai US$ 33 juta


Telah dibaca sebanyak 1153 kali
Barry Callebaut AG bangun pabrik kakao olahan senilai US$ 33 juta

JAKARTA. Barry Callebaut AG dan PT Comextra Majora mendirikan usaha patungan (joint venture) bernama PT Barry Callebaut Comextra Indonesia. Barry Callebaut akan menguasai 60% saham dan PT Comextra Majora menguasai sisa 40% saham.

Barry yang merupakan produsen produk olahan cokelat dan kakao dan Comextra merupakan perusahaan penghasil soft commodities dan jambu mete (cashew kernels) ini akan membangun fasilitas pengolahan kakao di Makasar, Sulawesi Selatan.

Operasional pabrik akan dimulai pada awal tahun 2013 dengan kapasitas penggilingan kakao sebesar 28.000 ton per tahun. Investasi pembangunan pabrik ini sebesar US$ 33 juta.

Pembangunan fasilitas pengolahan kakao ini diharapkan bisa meningkatkan kegiatan sumber daya kakao yang berkelanjutan di Indonesia. "Dengan begitu akan menjamin pendapatan yang lebih besar bagi para petani kakao dan akan memastikan persediaan kakao serta meningkatkan jumlah kakao bersertifikasi dalam waktu juga merupakan bagian dari program ini," kata Steven Retzlaff, Presiden Global Sourcing & Cocoa Barry Callebaut dalam siaran pers yang diterima KONTAN, (18/11).

Telah dibaca sebanyak 1153 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..