INDUSTRI
Berita
beban produksi naik, margin Semen Baturaja susut

kinerja semen baturaja

beban produksi naik, margin Semen Baturaja susut


Telah dibaca sebanyak 895 kali
beban produksi naik, margin Semen Baturaja susut

JAKARTA. Hingga kuartal I-2013, PT Semen Baturaja telah berhasil menjual sekitar 175.000 hingga 200.000 ton semen. Hingaga akhir tahun, BUMN semen ini menargetkan bisa menjual hingga 1,5 juta ton semen.

Harga rata-rata penjualan tidak berubah dari harga tahun lalu, yaitu sekitar Rp 889.578 per ton. "Pendapatannya ya tinggal dikalikan saja volume dan harga," tutur Pamudji Raharjo, Direktur Utama Semen Baturaja.

Berarti, fulus yang diperolehnya di kuartal pertama 2013 ini sekitar Rp 155,67 miliar-Rp 177,91 miliar. Jika dihitung setahun hingga akhir tahun 2013 nanti, pendapatan Semen Baturaja mencapai Rp 1,33 triliun.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan Semen Baturaja tercatat sebesar Rp 1,09 triliun. Untuk margin laba bersih, Pamudji memproyeksikan, tahun ini akan menurun dari 27% menjadi sekitar 25%. Hal itu disebabkan kenaikan beban biaya produksi. Tahun lalu, laba bersih Baturaja Rp 299 miliar. Tahun ini, laba bersih diproyeksikan Rp 332,5 miliar.

Kenaikan beban produksi akibat  peningkatan harga energi, baik bahan bakar minyak maupun tarif listrik. Ditambah lagi, manajemen Semen Baturaja tak mempunyai ruang menaikkan harga jual. "Kami harus bersaing dengan semen impor," imbuh Pamudji.

Telah dibaca sebanyak 895 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..