kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Bisnis air butuh kepastian

Jumat, 08 Juni 2018 / 12:50 WIB

Bisnis air butuh kepastian
ILUSTRASI. Buruh Membongkar & Memuat Air Minum Dalam Kemasan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarik menarik pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA) masih kencang. Berlarutnya pembahasan RUU ini semakin membuat ketidakpastian bagi kalangan pengusaha.

Di internal pemerintah sendiri, pembahasan dengan kementerian terkait belum satu suara. Padahal, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengharapkan RUU SDA ini dapat segera rampung.


Rachmat Hidayat, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menilai, pada draf RUU SDA terjadi pencampuran kewajiban pemerintah dalam mengatur ketersediaan air bagi warga negara, serta peraturan untuk industri. RUU SDA tersebut juga mencampur regulasi terkait air perpipaan. "Padahal adalah kewajiban pemerintah menyalurkan hak air bagi masyarakat dengan air industri manufaktur," ujar Rachmat kepada Kontan.co.id, Kamis (7/5).

Menurut Aspadin, jika merujuk keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan penyaluran air perpipaan dikembalikan ke pemerintah, sebenarnya sudah sangat baik. Namun sayang industri AMDK masuk dalam kategori tersebut.

Rachmat mempertanyakan kewenangan tersebut. Menurut Aspadin, dalam mengurus air perpipaan saja pemerintah sudah sulit, bagaimana pula jika harus mengatur industri manufaktur. "Dikhawatirkan bakal terjadi deindustrialisasi besar-besaran," ungkapnya.

Thomas M. Wisnu Adjie, Sekretaris Perusahaan PT Akasha Wira International Tbk (ADES) mengatakan hal yang senada. Menurutnya banyak hal yang tidak pas di draf tersebut.

Wisnu menilai, menyamakan kewajiban Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan industri AMDK terkesan tidak adil. Menurutnya, kalau mau menyamaratakan, seharusnya seluruh industri yang menggunakan air sebagai bagian dari produksi juga dapat diatur dalam regulasi tersebut.

Menutut Wisnu, dari sisi efisiensi, sebenarnya industri AMDK lebih efisien dibandingkan industri lain, misalnya tekstil. "Sebab air yang kami pakai tidak ada yang terbuang," tegas Wisnu.


Reporter: Agung Hidayat, Kiki Safitri
Editor: Herlina Kartika

SUMBER DAYA AIR

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0655 || diagnostic_web = 0.2763

Close [X]
×