Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bersama Karoseri Laksana mulai menguji coba bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang sebagai bagian dari upaya modernisasi armada angkutan umum kota.
Adapun uji coba dilakukan selama satu bulan penuh di rute Terminal Mangkang–Terminal Penggaron dengan melayani penumpang reguler.
Langkah ini menjadi respons atas keluhan masyarakat terhadap bus berbahan bakar fosil yang dinilai menimbulkan polusi udara dan dikenal dengan sebutan “cumi-cumi darat”.
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan menjadikan masa uji coba sebagai dasar evaluasi teknis, operasional, dan kenyamanan layanan sebelum masuk tahap implementasi lebih luas.
Baca Juga: VKTR Dorong Integrasi Ekosistem Kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir
VKTR mencatat, hingga saat ini sebanyak 122 unit bus listrik rakitannya telah beroperasi di Jakarta melalui sejumlah operator Transjakarta.
Selain itu, 30 unit tambahan tengah diproses karoseri di Laksana. Perusahaan menargetkan ekspansi ke kota-kota lain seiring meningkatnya minat pemerintah daerah terhadap transportasi publik berbasis listrik.
Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, mengatakan uji coba di Semarang merupakan bagian dari strategi memperluas adopsi kendaraan listrik di sektor angkutan umum.
“Setelah implementasi di Jakarta, kami ingin membawa model ini ke kota lain. Uji coba di Semarang menjadi tahapan penting sebelum masuk ke skala operasional yang lebih besar,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).
Baca Juga: Ketidakpastian Insentif 2026 Berpotensi Tekan Pertumbuhan Kendaraan Listrik
Dari sisi manufaktur, Laksana menilai kolaborasi dengan VKTR memperkuat kesiapan industri dalam negeri menghadirkan bus listrik untuk transportasi massal.
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menyebut integrasi desain karoseri dengan platform kendaraan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga standar keselamatan dan efisiensi operasional.
Pemerintah Kota Semarang sendiri tengah menyiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan hasil uji coba akan menjadi referensi dalam menentukan spesifikasi dan skema implementasi armada listrik di kota tersebut.
Melalui uji coba ini, Semarang menjadi kota berikutnya setelah Jakarta yang masuk dalam radar ekspansi bus listrik nasional. Jika berjalan sesuai rencana, kehadiran armada listrik diharapkan menekan emisi transportasi perkotaan sekaligus mempercepat transisi energi di sektor angkutan umum.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik 2026, Industri Diminta Adaptif
Selanjutnya: Harga Emas dan Perak, Analis: Tren Bullish Jangka Menengah Masih Terjaga
Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)