INDUSTRI
Berita
Impor jagung 2010 naik 275% dibanding tahun lalu

IMPOR JAGUNG

Impor jagung 2010 naik 275% dibanding tahun lalu


Telah dibaca sebanyak 2202 kali
Impor jagung 2010 naik 275% dibanding tahun lalu


JAKARTA. Harga bahan baku jagung sepanjang tahun 2010 ini meroket. Seperti dikutip Bloomberg pekan lalu, Willian Fordham, Presiden Konsultan Pasar C&S Grain bilang, harga jagung dunia hingga 2011 diprediksi ke level 8 sen dolar per burshel.

Tingginya harga jagung tersebut tentu berdampak pada harga produk yang menggunakan jagung sebagai bahan baku. Salah satunya harga pakan ternak dalam negeri.

Padahal, pasokan jagung sebagai pakan ternak di Indonesia saat ini masih bergantung pada impor. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman bilang, sepanjang tahun ini Indonesia harus mengimpor 1,5 juta ton.

"Jumlah impor jagung tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu, karena suplai jagung lokal tidak ada." jelas Sudirman.

Sebagia pembanding, tahun lalu Indonesia hanya mengimpor 400.000 ton jagung. Jadi, kenaikan impor jagung tahun ini mencapai 275%. Kata Sudirman, untuk harga jagung lokal di pasaran Desember ini Rp 2.700 hingga Rp 2.800 per kilogram.

Sudirman sempat meghitung, kenaikan harga jagung sektiar 10% dibanding tahun lalu akan mempengaruhi harga pakan ternak yang juga bisa naik 10% dibanding tahun lalu.

Pada Desember 2010, harga jagung lokal berkisar Rp 2.700-Rp 2.800 per kilogram (kg).

Editor: Rizki Caturini
Telah dibaca sebanyak 2202 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..