: WIB    —   
indikator  I  

Pembangunan kilang Pertamina masih banyak kendala

Pembangunan kilang Pertamina masih banyak kendala

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah disebut-sebut baru saja melakukan evaluasi terkait rencana pembangunan dan revitalisasi kilang minyak oleh PT Pertamina (Persero). Proyek yang juga masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) ini diputuskan untuk dilanjutkan.

"Yang jelas kilang tetap berjalan,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pada Jumat (13/10) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Biarpun begitu, Arcandra menyebut pembangunan kilang oleh Pertamina masih mengalami kendala. Beberapa kendala yang dihadapi oleh Pertamina dalam pembangunan kilang di antaranya adalah masalah pencatatan keuangan yang harus sesuai dengan ISAK 8, masalah perjanjian, dan cash flow.

"Kendala-kendala ini yang sedang kami atasi,” jelas Arcandra.

Dengan kendala tersebut proyek pembangunan kilang dipastikan akan terlambat. Apalagi sejumlah masalah harus diselesaikan dengan berbagai pihak. "Ini multidimensi, termasuk dengan KLHK, termasuk dengan strategi bisnis, termasuk mungkin kalau ada aset yang inbreng," ungkap Arcandra.

Pertamina sebenarnya juga telah memundurkan target penyelesaian pembangunan kilang. Pertamina menargetkan RDMP Balikpapan stage 1 diselesaikan Juni 2020. Sebelumnya, Pertamina menargetkan RDMP Balikpapan stage 1 bisa selesai 2019. Sementara, untuk RDMP Balikpapan stage 2 ditargetkan selesai pada 2021.

Untuk penyelesaian proyek RDMP Cilacap yang tadinya ditargetkan selesai pada 2021 terpaksa mundur menjadi tahun 2023. Selain itu, penyelesaian proyek NGRR Tuban juga diproyeksi mundur dari 2022 menjadi 2024. Sementara, untuk proyek Dumai dan Bontang masih dalam tahap evaluasi. Pertamina belum menetapkan target untuk kedua proyek tersebut.


Reporter Febrina Ratna Iskana
Editor Rizki Caturini

MINYAK DAN GAS

Feedback   ↑ x
Close [X]