: WIB    —   
indikator  I  

Pertamina gandeng pemda atasi kelangkaan gas 3 kg

Pertamina gandeng pemda atasi kelangkaan gas 3 kg

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengatasi langkanya LPG 3 kg di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), PT Pertamina (Persero) lewat Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) maupun Dinas Perindustrian dan Energi di masing-masing wilayah.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati menjelaskan, Pertamina MOR III dan pemda di masing-masing wilayah terus berusaha memenuhi kebutuhan LPG 3 kg di masyarakat dengan penambahan pasokan ke agen atau pangkalan resmi yang jumlahnya bervariasi hingga 60% dari penyaluran normal.

“Pada sejumlah wilayah konsumsi LPG 3 kg meningkat tajam, sehingga stok yang biasanya disalurkan secara normal belum mencukupi. Kami terus berkoordinasi dengan Disperidag untuk memantau sejumlah titik dan mengupayakan ketersediaan pasokan sesuai kebutuhan,” ujar Dian dalam siaran pers pada Rabu (6/12).

Pertamina MOR III sendiri sudah melaksanakan operasi pasar pada beberapa tempat sejak Senin, 4 Desember 2017. Seperti di Kabupaten Bogor serta Depok, Begitu pula di wilayah Priangan Timur yang meliputi Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Adapun pada, Sabtu (9/12), operasi pasar akan menjangkau wilayah Sukabumi dengan 35 titik sebanyak 26% dari kondisi normal. Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya juga tak luput, dan bakal ada penambahan pasokan mencapai 46% dari biasanya.

Sementara Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya juga mendapat penambahan pasokan hingga 50%. Dan wilayah Tangerang mendapat tambahan penyaluran sebesar 25%.

Lebih lanjut Dian mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang terus melakukan pengawasan dan berinisiatif melarang PNS di daerahnya untuk tidak menggunakan gas tabung 3 kg. Upaya ini sangat berarti untuk mendorong penggunaan LPG 3 kg lebih tepat sasaran dan memberikan kesempatan kepada warga tidak mampu memperoleh hak-haknya.


Reporter Febrina Ratna Iskana
Editor Markus Sumartomjon

GAS ALAM

Feedback   ↑ x