| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.395
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS609.032 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Produksi berkurang, ekspor minyak sawit anjlok

Kamis, 06 April 2017 / 22:40 WIB

Produksi berkurang, ekspor minyak sawit anjlok

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi minyak sawit Indonesia mengalami penurunan pada bulan Februari 2017 sebesar 8% dibandingkan Januari 2017. Bila pada awal tahun produksi minyak sawit mencapai 2,86 juta ton, maka pada Februari turun 8% menjadi 2,6 juta ton.

Penurunan produksi sawit ini turut berdampak pada penurunan ekspor. GAPKI mencatat ekspor minyak sawit termasuk oleochemical dan biodiesel turun 6% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,66 juta ton pada Februari 2017.

Penurunan ekspor ini lebih banyak disebabkan tingginya bea keluar (BK) yang dikenakan pada Februari yaitu US$ 18 per metrik ton (MT).

Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan mengatakan stok minyak sawit pada akhir Februari sebesar 1,93 juta ton atau tergerus 32,5% dibandingkan stok Januari sebesar 2,85 juta ton. "Stok terkikis karena produksi yang masih turun sementara ekspor masih tinggi meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Fadhil, Kamis (6/4).

Fadhil menjelaskan sepanjang Februari negara-negara Timur Tengah, Bangladesh, China dan negara-negara Afrika membukukan kenaikan permintaan akan minyak sawit Indonesia.

Negara-negara Timur Tengah mencatatkan kenaikan permintaan yang sangat signifikan yaitu 116% atau dari 104,09 ribu ton pada Januari terkerek menjadi 224,73 ribu ton pada Februari lalu. Sementara kenaikan permintaan dicatatkan Bangladesh sebesar 23%, China 9% dan negara-negara Afrika 3%.

Sebaliknya penurunan permintaan minyak sawit Indonesia dibukukan oleh Amerika Serikat (AS), negara negara Uni Eropa, Pakistan dan India. Negeri Paman Sam mencatatkan penurunan permintaan sebesar 46% atau dari 100,890 ton pada Januari tergerus menjadi 54,850 ton pada Februari.

Penurunan ini juga terjadi di Uni Eropa sebesar 43%, Pakistan 25% dan India 13%. Selain dari bea keluar yang tinggi, penurunan permintaan juga disebabkan adanya perlambatan konsumsi masyarakat di India dan banyaknya stok kedelai di AS.


Reporter: Noverius Laoli
Editor: Yudho Winarto

CPO

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0557 || diagnostic_web = 0.2376

Close [X]
×