: WIB    —   
indikator  I  

Siapkan kantong menyambut hari belanja diskon

Siapkan kantong menyambut hari belanja diskon

KONTAN.CO.ID - Di tengah muramnya industri ritel Tanah Air, para peritel menyiapkan strategi untuk membalikkan kondisi pada semester kedua. Anda bisa berburu diskon pada Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang berlangsung 15-28 Agustus 2017.

Fetty Kwartati, Ketua Panitia HBDI mengatakan, saat ini momentum peningkatan penjualan dilakukan dengan berbagai cara salah satunya penyelenggaraan HBDI oleh Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Menurutnya, event HBDI yang dilaksanakan untuk menyambut kemerdekaan Republik Indonesa ke 72 tersebut akan menjadi momentum untuk peritel meningkatkan penjualan dan bagi konsumen untuk mendapatkan produk terbaik dengan harga kompetitif.

Acara ini akan diikuti oleh 200 perusahaaan dengan lebih 500 merek baik dari dalam dan luar negeri. Hal ini akan melecutkan penjualan, apalagi targetnya penyelenggaraan selama 13 hari tersebut akan mampu menyedot 20 juta pengunjung dari seluruh Indonesia. Hampir seluruh pusat perbelanjaan yang merupakan anggota Hippindo mendukung pelaksanaan tersebut sehingga penjualan untuk Agustus diprediksi akan meningkat tajam.

"Kegiatan ini sih akan signifikan, harusnya peningkatan penjualannya lebih dari 10% karena memang ini kesempatan buat retailer untuk meningkatkan penjualan dan melakukan clearence sale serta promosi-promosi yang mana memang kami wadahi kegiatannya," ujar Fetty kepada KONTAN, Minggu (13/8).

Kampanye diskon belanja ini merupakan salah satu upaya peritel untuk menggenjot industri. Tutum Rahanta, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengatakan, asosiasi tengah membangun iklim positif untuk bisa menumbuhkan industri ritel.

Salah satunya adalah meningkatkan momentum penjualan selain di lebaran dan akhir tahun. Aprindo bersama-sama dengan pemerintah terus mengembangkan industri ritel. Tutum mengatakan, salah satu hal yang penting adalah research and development masing-masing perusahaan untuk bisa terus inovatif dan berkreasi.

Asosiasi saat ini sifatnya hanya mengimbau para peritel untuk bisa mengikuti perkembangan tren, model, kreatifitas, dan lebih baik dalam membaca keinginan konsumen. Sedangkan sisanya merupakan tugas pemerintah yang memiliki instrumen untuk meningkatkan perekonomian dan daya beli masyarakat. "Saat ini penerapan paket kebijakan belum sesuai harapan, ya masih proseslah. Kalau soal inovasi itu memang tugas kami, pemerintah bisa menyediakan kebijakannya. Kan pemerintah yang memegang instrumen-instrumen tersebut, kalau implementasinya benar tentunya akan berpengaruh ke peningkatan daya beli," kata Tutum kepada KONTAN.

 


Reporter Andy Dwijayanto
Editor Wahyu Rahmawati

RITEL

Feedback   ↑ x