kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Mendag Lepas Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina, Pasar Global Tembus US$ 26,3 Miliar


Kamis, 12 Februari 2026 / 17:04 WIB
Mendag Lepas Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina, Pasar Global Tembus US$ 26,3 Miliar
ILUSTRASI. Mendag Lepas Ekspor Perdana Pet Food ke Filipina, Pasar Global Tembus US$ 26,3 Miliar (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – PALEMBANG. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor perdana produk pakan hewan peliharaan (pet food) PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) ke Filipina dari pabrik perusahaan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (12/2/2026).

Budi Santoso menilai ekspor perdana ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi industri pet food nasional ke pasar global. Pasalnya, nilai pasar ekspor produk makanan hewan dunia saat ini mencapai sekitar US$ 26,3 miliar, sementara kontribusi ekspor Indonesia masih relatif kecil.

“Ekspor produk makanan hewan kjita masih sangat kecil. Tahun lalu total ekspor Indonesia mencapai US$ 282 miliar, tetapi ekspor makanan hewan baru sekitar US$ 8,3 juta. Artinya peluang pasar masih sangat besar,” ujar Budi di Palembang, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: CPPETINDO Optimistis Prospek Industri Pet Food Cerah Tahun Depan

Menurut Budi, Indonesia saat ini masih menjadi salah satu negara pengimpor produk makanan hewan. Namun dengan mulai beroperasinya fasilitas produksi dalam negeri seperti EMI, pemerintah mendorong agar ketergantungan impor dapat ditekan sekaligus meningkatkan nilai ekspor nasional.

“Kalau sekarang bisa ekspor, berarti produk lokal kita sudah bisa bersaing. Kucing boleh impor, tapi makanannya harus lokal. Bahkan sekarang bisa diekspor, artinya hewan peliharaan di luar negeri juga bisa menggunakan produk Indonesia,” katanya.

Budi menambahkan, pemerintah terus membuka akses pasar melalui perjanjian dagang. Saat ini Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang, dengan 19 perjanjian dalam proses negosiasi dan 11 perjanjian dalam tahap ratifikasi. 

Salah satu yang sedang disiapkan implementasinya adalah perjanjian dagang dengan Uni Eropa yang mencakup lebih dari 400 juta penduduk.

Baca Juga: Produsen Kerupuk Finna Ekspor Perdana ke Malaysia, Target Rp 4,5 Miliar hingga 2026

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri melalui 46 Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara untuk membantu pelaku usaha mencari pembeli di pasar ekspor.

“Kalau ekspor meningkat, ekosistem ekonomi juga bergerak. Bukan hanya perusahaan yang diuntungkan, tetapi juga pemasok bahan baku, tenaga kerja, dan sektor pendukung lainnya,” ujar Budi.

PT Evo Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan nasional yang berkedudukan di Palembang dengan fasilitas produksi pet food di Banyuasin, Sumatera Selatan. Produk yang diekspor ke Filipina merupakan hasil produksi dalam negeri dengan bahan baku dari sektor perikanan dan peternakan lokal.

Pemerintah berharap ekspor perdana ini menjadi pintu masuk bagi perluasan pasar pet food Indonesia ke negara lain di Asia dan kawasan global, sekaligus memperkuat basis industri manufaktur pangan non-manusia di dalam negeri.

Baca Juga: Volume Ekspor Teh Hitam dan Hijau Turun 13% Jadi 28.000 Ton hingga November 2025

Selanjutnya: BI Beri Izin Penyelenggara Pasar Derivatif Pasar Uang dan Valas ke JFX

Menarik Dibaca: Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×